Kabupaten Nganjuk Siap Rebut Swasti Saba Wirasta

Penghargaan di Bidang Kesehatan Lingkungan dari Kemenkes

NGANJUK, PING-Swasti Saba merupakan penghargaan di bidang kesehatan lingkungan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang diberikan kepada daerah yang berhasil menyelenggarakan tujuh tatanan penilaian. Yaitu permukiman, sarana dan prasarana umum, industri dan perkantoran sehat, pariwisata sehat, pangan dan gizi, kehidupan masyarakat sehat dan mandiri, serta sosial yang sehat. 

Ada tiga tingkatan pada Swasti Saba atau penghargaan Kabupaten/Kota Sehat (KKS). Pertama pemantapan atau Padapa, kedua pembinaan atau Wiwerda, dan ketika pengembangan atau Wistara. Penghargaan ini diberikan kepada daerah atas kepedulian, dukungan, keberpihakan pemerintah daerah serta terjalinnya sinergitas di antara seluruh warga dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di daerahnya masing-masing.
 
“Kabupaten Nganjuk sendiri telah mencapai tahap Wiwerda dan Padapa. Serta telah mendapat penghargaan sebanyak dua kali,” tutur Setiadi dari Forum Kabupaten Sehat (FKS) Kabupaten Nganjuk dalam acara talkshow di 105,3 RSAL FM, Kamis (13/01/2022).

Setiadi menjelaskan, FKS Kabupaten Nganjuk dibentuk sejak tahun 2014 sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Bupati No. 188/167/k/411.013/2014 tentang  Forum Kabupaten Sehat. Ada beberapa tujuan dan fungsi dibentuknya FKS.

Pertama, yaitu untuk susunan keanggotaan sebagaimana yang tercantum dalam lampiran keputusan. Kedua, FKS merupakan satu wadah penyaluran aspirasi dan partisipasi aktif, sekaligus sebagai motor penggerak pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan kesehatan di Kabupaten Nganjuk. 

“FKS dimaksud itu untuk menghimbau, menyusun, menyalurkan aspirasi dan partisipasi masyarakat sebagai masukan kepada pejabat penentu kebijakan di Kabupaten Nganjuk. Yaitu melalui satuan kerja terkait dengan mekanisme yang sudah ada untuk membina menggerakkan mengembangkan fungsi dan tugas forum kecamatan sehat dan forum desa dan kelurahan sehat,” tambahnya. 

Lanjut Setiadi, FKS prinsipnya adalah membantu seluruh masyarakat. Karena di dalam struktur organisasi terdapat FKS, forum Kecamatan sehat dan forum desa/kelurahan sehat, termasuk RT/RW di dalamnya.

“Kegiatan dalam FKS fungsinya memotret kegiatan-kegiatan dari tingkat RT/RW ke atas. Dan harapannya peran serta masyarakat yang kita harapkan untuk peningkatan peran serta dari masyarakat ini akan lebih baik dan lebih maksimal ke depan,” tanbahnya.

“Karena sasaran ke depan tahun 2023 itu penilaian untuk Wistara. Untuk tahun 2022 program yang akan dilaksanakan yaitu kita mengambil tatanan Kawasan Pariwisata Sehat untuk menambah tatanan yang pernah kita ambil guna menuju Wistara,” tambah pria asal Kecamatan Sukomoro itu.

Sementara itu, anggota FKS Kabupaten Nganjuk lainnya Marsono menambahkan, Kota Bayu pada tahun 2017 dalam Swasti Saba mengambil dua tatanan wajib. Yakni tatanan kedua tentang Kawasan Permukiman Sarana dan Prasarana Sehat. Serta tatanan ke delapan yaitu Kehidupan Masyarakat Sehat yang Mandiri. 

“Walaupun kita terlambat 5 tahun tapi alhamdulillah setiap kali kita mengikuti program itu dan lolos sampai tingkat nasional. Jadi tahun ganjil itu merupakan tahun dimana setiap pembinaan itu di apresiasi oleh tim dari kementrian pusat dan alhamdulillah selalu lolos,” tambahnya.

Lanjut Marsono, dalam situasi pandemi COVID-19 seperti ini, diharapkan sama tetap sukses meraih penghargaan di tingkat nasional. Dan untuk syarat memperoleh Swasti Saba Wistara, salah satu syarat sudah terpenuhi. Yaitu Open Defication Free (ODF) atau bebas dari Buang Air Besar Sembarangan (BABS) untuk Kabupaten Nganjuk.

“Dan semua indikator tatanan yang diambil itu bisa serta harus melibatkan peran masyarakat Nganjuk. Masyarakat Nganjuk harus bersatu dan nyawiji untuk menyukseskan program ini. Karena apaun alasannya kesehatan manusia dan lingkungan juga menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Nganjuk,” beber Marsono pada acara yang dipandu Asti Hanifa tersebut.

“Oleh karena itu tidak hanya sekadar penghargaan yang kita dapat, lalu kita tidak hanya berpangku tangan. Namun kita harus tahu bagaiman caranya kita berinovasi kita berfikir bagaiman kita mengajak warga masyarakat untuk menyiapkan kabupaten nganjuk yang sehat dan mandiri,” tutupnya 

Sebagai informasi, berdasarkan potensi yang dimiliki Kabupaten Nganjuk, maka tahapan Kabupaten Sehat tahun 2014–2021 adalah sebagai berikut:

- Tahun 2014-2015 tahapan Swasti Saba Padapa Permukiman, Sarana dan Prasarana Umum; Kehidupan Masyarakat Sehat yang Mandiri; Kawasan Pariwisata Sehat.

- Tahun 2016-2017 tahapan Swasti Saba Wiwerda Permukiman, Sarana dan Prasarana Umum; Kehidupan Masyarakat Sehat yang Mandiri; Kawasan Pariwisata Sehat; Ketahanan Pangan dan Gizi.
                                                                                                
- Tahun 2018-2019 tahapan Swasti Saba Wistara Permukiman, Sarana dan Prasarana Umum; Kehidupan Masyarakat Sehat yang Mandiri; Kawasan Pariwisata Sehat
Ketahanan Pangan dan Gizi;  Kehidupan Sosial yang Sehat; Sarana Lalu Lintas Tertib, dan Pelayanan Transportasi.
 
- Tahun 2020-2021 tahapan Swasti Saba Wistara Permukiman, Sarana dan Prasarana Umum; Kehidupan Masyarakat Sehat yang Mandiri; Kawasan Pariwisata Sehat; Ketahanan Pangan dan Gizi; Kehidupan Sosial yang Sehat; Sarana Lalu Lintas Tertib dan Pelayanan Transportasi
Industri, dan Perkantoran Sehat.

(El/Al)

Baca Juga:

0 Komentar