judul

Permudah Pelaporan Usaha berbasis Aplikasi yang Terintegerasi

Koperasi dan usaha mikro terbukti tangguh menyelamatkan ekonomi negara saat krisis. Pengembangan koperasi melalui upaya pembinaan dan pengawasan menjadi fokus pemerintah daerah. Upaya itu menjadi lebih mudah berkat hadirnya inovasi SIMAPKOP yang dikembangkan Disnakerkop UM.

Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disnakerkop UM) Kabupaten Nganjuk setiap tahun dituntut membina dan mengawasi perkembangan ratusan koperasi di Nganjuk. Salah satunya, dengan mengevaluasi laporan yang disusun oleh pengurus koperasi. Kendalanya, laporan masih disusun manual. Sulit untuk mengukur perbandingan kinerja antar koperasi.

Berpijak dari kondisi itu, Disnakerkop UM meluncurkan meluncukan Sistem Informasi Pengadministrasian dan Pelaporan Koperasi Berbasis Elektronik (SIMAPKOP). SIMAPKOP mampu memberikan data dan informasi terkait koperasi yang cepat, akurat, berkualitas dan terintegrasi.

Retno Prabandri, M.Si.,S.Pd, selaku Kabid Pemberdayaan Koperasi Disnkaerkop UM menjelaskan SIMAPKOP memudahkan pengurus koperasi menyusun kewajiban pelaporan. Menu SIMAPKOP lengkap memuat antara lain data lembaga koperasi; laporan koperasi dari SHU atau laba rugi; RAT; aset; outstanding pinjaman; tabungan koperasi dan simpanan berjangka bahkan peta sebaran koperasi juga ada di dalamnya. “Ini sangat memudahkan kita,” tegasnya.

(LENGKAP. Tampilan aplikasi Sistem Informasi Pengadministrasian dan Pelaporan Koperasi Berbasis Elektronik (SIMAPKOP) Koperasi Harapanjaya). 

Retno melanjutkan, SIMAPKOP berbasis web online. Masing-masing koperasi memiliki akses user yang terkumpul menjadi satu database terintegrasi di Disnakerkop UM. “Karena koneksinya online, kita sebagai admin yang ada di Disnakerkop UM menjadi mudah untuk mengawasi setiap kegiatan pelaporan, sekaligus melakukan perengkingan," terangnya saat di temui PING, di ruang kerjanya, Rabu (10/03/2021).

Ia menambahkan ada 888 koperasi yang dibina, 399 diantaranya aktif Rapat Anggota Tahunan, dan yang sudah menggunakan SIMAPKOP 90 lembaga. Untuk mengejar cakupan pemakaian, Disnakerkop UM menggandeng PT Ussi Pinbuk Global Solusi Bandung selaku mitra penyedia SIMAPKOP menggelar pelatihan pada Selasa-Rabu 9-10 Maret.

Retno berharap seluruh lembaga koperasi mau menggunakan SIMAPKOP. “SIMAPKOP ini mudah jika kita mau mengerjakannya. Karena aplikasi ini membantu pekerjaan jadi lebih efisien, cepat dalam pelaporan dan pengawasan, ” tutupnya.

Baca juga:

0 Komentar