Ini Pesan PUSPAGA bagi Orang Tua Tentang Mendidik Karakter Anak pada Masa Pandemi

Rutin Lakukan Komunikasi dan Bangun Kedekatan Optimal

NGANJUK, PING-Pola asuh orang tua kepada anak akan membentuk dan mempengaruhinya kelak. Apalagi pada masa pandemi COVID-19 seperti saat ini, orang tua memiliki waktu lebih bersama anak, seiring dengan adanya kebijakan belajar secara daring.

Momen tersebut dapat dimanfaatkan para orang tua dengan melakukan komunikasi maupun kedekatan optimal pada anak. Tujuannya guna member pengasuhan, yang membentuk anak semakin baik.

Hal tersebut diungkapkan Nuril Bariroh selaku psikolog Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) saat menjadi narasumber talkshow di 105,3 RSAL FM, Kamis (20/05/2021). Sebagai informasi, PUSPAGA sendiri merupakan lembaga bentukan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). Di Kota Bayu, PUSPAGA berada di bawah naungan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Nganjuk.

Nuril menjelaskan, pola pengasuhan orang tua merupakan hal penting. Salah satunya dengan membentuk karakter anak. Pembentukan karakter bukanlah hal mudah, dan pekerjaan jangka panjang. Maka, perlu mengajarkan pengasuhan pada anak sejak dini.

“Untuk membentuk pola pengasuhan anak menjadi mandiri dan bertanggungjawab perlu adanya pengendalian emosi orang tua dan memahami tahapan perkembangan pada anak,” katanya pada pada acara yang dipandu host Asti Hanifah itu.

“Untuk membentuk anak jadi mandiri dan bertanggung jawab dengan memberikan ruang bagi anak untuk melakukan eksplorasi kemampuannya, kemandiriannya. Memang pada waktu anak proses belajar salah itu wajar. Maka itu perlu kontrol emosi orangtua dan pahami perkembangannya,” lanjutnya.

Pada masa pandemi COVID-19 seperti saat ini, perlu adanya control dari orang tua terhadap anak. Terutama agar anak tidak kecanduan gawai. Meskipun tidak mudah, orang tua dapat melakukan kesepakatan dengan anak, misalnya tentang batasan penggunaan gawai.


“Kuncinya orang tua. Meskipun tidak mudah, tetapi bisa dikontrol. Apabila meminta anak tidak bermain gadget, maka didukun praktek orang tua untuk mengurangi juga. Maka perlu diatur lagi kesepakatan kepada anak waktu untuk bermain gadget, dan lebih mengoptimalkan waktu bersama keluarga,” imbuh Nuril.

“Menjadi orang tua adalah pekerjaan seumur hidup. Untuk semua orang tua, tetap terus semangat belajar dalam mengupayakan pengasuhan yang terbaik buat sang anak. Nanti kembalinya ke diri sendiri juga,” pesan Nuril sambil berharap agar orangtua meluangkan waktu untuk komunikasi dengan keluarga, serta batasi penggunaan media sosial.

PUSPAGA Kabupaten Nganjuk membuka kesempatan bagi masyarakat jikan ingin berdiskusi terkait pengasuhan anak. Konsultasi dapat dilakukan secara langsung maupun daring. Untuk daring, dapat melalui pesan WhatsApp di nomor 082140292138, atau dapat mengunjungi akun sosial media Instagram @puspaga.nganjuk .

0 Komentar