Ini Cara Puskesmas Pace Tekan Stunting

Orientasi Pertemuan dengan PKM untuk Selenggarakan Rembug

NGANJUK, PING-Puskesmas Pace mengadakan orientasi pertemuan dengan Kader Pembangunan Manusia (KPM) kecamatan setempat, Rabu (13/10/2021). Orientasi tersebut adalah tindak lanjut dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nganjuk, terkait pertemuan dalam rangka menyongsong kegiatan rembug stunting di Puskesmas Pace.

Kepala Puskesmas Pace dr. Rahmawati Eka Wardhani mengatakan, rembug stunting merupakan wadah komunikasi dan informasi antarkader kesehatan desa. Sekaligus salah satu rangkaian permusyawarahan desa untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) desa tahun berikutnya.

“Dan juga menjadi amanat pemerintah  terhadap pemerintah desa agar memprioritaskan penggunaan dana desa. Terutama untuk pencegahan dan penanganan stunting,” tuturnya dalam kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Pace.

Lebih lanjut dr. Rahmawati menambahkan, untuk pencegahan stunting ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Salah satunya  melaksanaan pemantauan lapangan. Kemudian, komitmen pencegahan stunting dengan mengadakan pemantauan kepada ibu hamil, menyusui serta balita. 

“Progress dari Kecamatan Pace terkait stunting melalui program Gentasibu sejak tahun 2011 adalah Desa Bodor yang pertama kali masuk kategori desa stunting dulu. Namun kini alhamdulillah sudah terbebas dari stunting,” tambahnya.

“Namun kegiatan ini tidak akan berjalan dengan lancar tanpa bantuan ibu-ibu kader. Karena kami tidak mungkin selalu memantau balita setiap harinya. Pasti dibantu oleh ibu-ibu kader sekalian. Hal itu semua tidak bisa berjalan dengan baik tanpa adanya sinergitas yang baik. Tentu saja tujuan yang baik ini, mohon dipertahankan. Karena awal dari negara yang sehat berawal dari anak-anak yang masih sehat,” lanjut dr. Rahmawati.

Sebagai informasi, kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Kecamatan Pace, Suwardi, S.Sos. Sedangkan peserta orientasi adalah para kader kesehatan desa, dan KPM Kecamatan Pace.

Dalam sambutannya Suwardi menjelaskan bahwa kegiatan ini berfungsi sebagai forum diskusi terkait pencegahan dan penanganan masalah kesehatan di desa khususnya stunting. Dan mendayagunakan sumber daya pembangunan yang ada di desa.

”Bagi seluruh kader desa jika nanti ada pertemuan rembug stunting di desa untuk hadir. Karena kegiatan bertujuan untuk menentukan apa yang dibutuhkan untuk pencegahan stunting di wilayah Kecamatan Pace. Jika ada penyusunan RKP desa untuk menyusun sendiri, kegiatan apa saja yang akan dilaksanakan untuk pencegahan stunting,” pesan Suwardi.

Lanjutnya, Suwardi menegaskan, bahwa bukan dari Dinkes Kabupaten Nganjuk saja yang punya andil dalam penekanan stunting. Namun, perangkat daerah terkait juga memiliki peran.

“Misalnya, baik tim dinas kesehatan, maupun dinas KB dan kader yang ada di desa harus bersinergi dalam hal pencegahan stunting. Alhamdulillah untuk wilayah Pace angka stunting untuk saat ini sudah menurun,” tutupnya sambil berharap angka stunting di Pace terus menurun, serta kader harus lebih aktif dalam memasukkan data yang sama.

 

Baca Juga:

0 Komentar