Ini Cara BPKAD Maksimalkan Pengelolaan Barang Milik Daerah

Gunakan Aplikasi Simaset untuk Mudahkan Kelola Aset

NGANJUK, PING-Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Nganjuk mengadakan bimbingan teknis (bimtek), Senin (11/10/2021). Bimtek bertujuan meningkatkan pengelolaan barang milik daerah, sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 19/2016.

“Sekaligus menjamin terlaksananya tertib administrasi, serta tertib pengelolaan barang milik daerah. Untuk itu, diperlukan adanya kesamaan persepsi dan langkah secara integral dan menyeluruh dari unsur yang terkait dalam pengelolaan barang milik daerah,” tutur Kepala Bidang Aset BPKAD Kabupaten Nganjuk, Samsul Hadi, S.STP, M.Si.

Samsul Hadi menjelaskan, hal tersebut yang mendasari Badan Pembinaan Pengelolaan Keuangan Pemerintah Daerah (BPPKPD) menggelar bimtek pengelolaan barang milik daerah di Kota Bayu. Mengingat saat ini serba berbasis teknologi, maka bimtek tersebut mengusung tema mengenalkan Sistem Informasi Manajemen Pendataan Aset (Simaset) dengan versi 1.19.06.09. 

“Simaset terintegrasi dalam rangka melaksanakan tertib administrasi pengelolaan dan pendataan barang. Simaset berfungsi untuk melakukan pencatatan mengenai pengadaan, pengesahan, penggunaan, perawatan, status, serta kondisi aset. Aset-aset yang dimiliki oleh suatu Instansi dapat dipantau tentang keberadaan, nilai, perpindahan dan kondisinya,” lanjut Samsul pada kegiatan yang dilaksanakan di ruang rapat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Nganjuk itu.

Lanjut Samsul Hadi, tujuan lain kegiatan tersebut adalah guna meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan pemahaman mengenai peraturan Permendagri No 19/2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah. Sedangkan pelaksanaan bimtek selama empat hari, secara bertahap. Yaitu mulai Senin (11/10/2021) hingga Kamis (14/10/2021).

Samsul Hadi menegaskan, Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) yang telah ditetapkan di dalam sistem, sementara hanya pengadaan dan pemanfaatan. Sedangkan untuk pemanfaatan, pemindah tanganan barang milik daerah dan penghapusan masih belum diterapkan.

“Dan dalam pengadaan ada beberapa kode. Namun yang paling umum dan wajib dihafalkan adalah kode pengadaan mebel, peralatan, dan mesin lainnya. Serta pengadaan aset tetap lainnya,” tambah Samsul. 

Samsul juga berpesan, bahwa untuk pemberian kode barang yang akan dimasukkan ke dalam aplikasi jangan sampai keliru. Karena hal tersebut nantinya akan mempersulit dalam proses pelaporan.

“Untuk aplikasi tetap menggunakan aplikasi Simaset. Namun kita update yang terbaru, dan untuk menunya masih sama yang seperti versi lama. Namun tidak semua menu kita aktifkan. Bedanya versi baru ini dibuat lebih simpel. Akan tetapi untuk memasukkan pengadaan baru jangan sampai salah menempatkan kode barang dengan barang yang dimasukkan,” pesan Samsul.

Untuk itu, Samsul berharap peserta bimtek dapat memahami setiap materi. Terutama hal teknis. Mulai dari proses perencanaan kebutuhan dan anggaran, pengadaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, dan penilaian penghapusan. 

“Sebab, sebagian besar merupakan wewenang dan tanggung jawab para pimpinan organisasi perangkat daerah selaku pengguna barang,” pungkas Samsul sambil mengingatkan agar ke depan perbaikan manajemen pengelolaan aset daerah menjadi tertib.

 

 

Baca Juga:

0 Komentar