Implementasikan SIMAPKOP, Disnakerkop UM Tingkatkan Kualitas Laporan Koperasi

Agar Sesuai SAK dan Dapat Diketahui Seluruh Pengurus, Anggota dan Kementerian Koperasi

NGANJUK, PING-Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disnakerkop UM) Kabupaten Nganjuk berupaya memaksimalkan pelaporan koperasi di Kota Bayu melalui aplikasi Sistem Informasi Pengadministrasian Koperasi Berbasis Elektronik (SIMAPKOP). Untuk itu, Disnakerkop UM mengadakan bimbingan teknis (bimtek) transfer knowledge  SIMAPKOP dengan diikuti puluhan pengurus koperasi di Nganjuk, Jumat (4/06/2021).

Bimtek berlangsung di Front One Ratu Hotel Nganjuk. Acara dibuka oleh Kepala Disnakerkop UM Kabupaten Nganjuk, Drs. Supiyanto, MM. Dalam sambutannya Supiyanto mengatakan, tujuan bimtek tersebut agar para pengurus koperasi dapat menyajikan laporan keuangan dengan baik dan benar, sesuai dengan Standar Akuntasi Keuangan (SAK). Tujuan lainnya adalah peningkatan kualitas laporan administrasi keuangan koperasi dan pengetahuan, serta wawasan bagi pengurus, pengawas maupun anggota koperasi.

"Koperasi perlu dilakukan pembelajaran dalam administrasi dan pelaporan. Transfer pengetahuan dalam pengadministrasian dan pelaporan keuangan merupakan amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 07/2021. Bahwa pelaporan koperasi apapun bentuknya harus sampai di Kementerian Koperasi," kata Supiyanto.

Penyematan secara simbolis peserta bimtek oleh Kepala Disnakerkop UM Kabupaten Nganjuk

Untuk itu, dengan kata lain, pelaporan bersifat wajib. Supiyanto menyebut, di dalam PP tersebut juga dinyatakan bahwa untuk pelaporan harus menggunakan sistem aplikasi. Salah satunya, bisa dengan SIMAPKOP yang telah disediakan Disnakerkop UM Kabupaten Nganjuk, bagi koperasi di Kota Bayu. "Alhamdulillah sejak 2020 Disnakerkop UM Nganjuk telah menyediakan SIMAPKOP. Dan berkembang lagi di tahun 2021, menyediakan aplikasi Sistem Penantausahaan Administrasi Keuangan Koperasi atau SIPENAKOP," lanjutnya.

Di akhir kesempatan Supiyanto berharap baik SIMAPKOP maupun SIPENAKOP dapat memudahkan para pengurus koperasi, dalam membuat laporan yang transparan dan terbuka. "Karena semua kegiatan yang akan dilaporkan juga bisa diketahui oleh anggotanya, demi kesejahteraan bersama. Dan semoga ilmu yang didapat para peserta dapat bermanfaat," tutup mantan Kepala Disparporabud Kabupaten Nganjuk itu.

Sebagai informasi, pada bimtek tersebut Disnakerkop UM Kabupaten Nganjuk mengundang sebanyak 150 orang peserta. Acara berlangsung dua gelombang. Masing-masing gelombang diikuti 75 orang peserta. Gelombang pertama, pada 1 dan 2 Juni 2021. Dan gelombang kedua pada 3 dan 6 Juni 2021. Peserta sendiri adalah KSU, KSP, Koperasi Pertanian, KPRI, Koperasi Wanita dan Koperasi Unit Desa. (Hs/Zk)

0 Komentar