Hilangkan Kesan Sangar Saat Patroli Lalin, Satlantas Polres Nganjuk Turunkan Polisi Sae

Polisi Sae Gunakan Bahasa Lokal yang Santun Dilengkapi Rompi Khusus dan Motor Klasik

NGANJUK, PING - Polres Nganjuk berikan gebrakan baru dalam melakukan patroli lalu lintas. Kali ini dengan cara yang unik dan berbeda yakni dengan menurunkan Polisi Sae. Pasalnya, Polisi Sae Polres Nganjuk lebih memilih memberikan peringatan yang disampaikan secara santun dan menggunakan bahasa lokal. Penggunaan motor klasik sebagai kendaraan patroli semakin menambah kesan ramah pada Polisi Sae Polres Nganjuk, Selasa(27/9/2022).

Kasat Lantas Polres Nganjuk AKP Dini Annisa Rahmat mengatakan bahwa ketertiban lalu lintas dipengaruhi oleh sejumlah hal, di antaranya kesadaran akan keselamatan diri dan orang lain serta kearifan lokal. "Di Nganjuk sendiri memang masih banyak masyarakat yang melakukan pelanggaran karena tidak merasa perbuatannya itu bisa membahayakan, misalnya saja naik motor melawan arus karena tidak rela memutar lebih jauh atau tidak memakai helm dengan alasan jarak tempuhnya dekat", tuturnya.

Baca Juga : Polres Nganjuk Ajak Pelajar Bijak Gunakan Media Sosial

Dikatakan AKP Dini hal itu dilakukan bukan tanpa alasan, Polisi Sae Polres Nganjuk memakai rompi khusus serta motor klasik saat melakukan patroli. Selain ingin menghilangkan kesan sangar, tampilan seperti ini disebutkan menyimbolkan kesederhanaan.

“Polisi Sae memang sengaja berpatroli dengan memakai rompi khusus dan motor klasik atau tua, di antaranya untuk menghilangkan kesan sangar. Selain itu, tampilan ini juga terkesan lebih sederhana sehingga masyarakat tidak takut dan bisa dekat dengan kami. Bila kedekatan itu bisa dirasakan masyarakat, mereka akan lebih bisa menerima apa yang disampaikan oleh Polisi Sae", terang AKP Dini.

AKP Dini lantas menyampaikan berdasarkan data yang dimiliki Polres Nganjuk, sebanyak 70 kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah Kota Bayu pada Juli 2022 dan 75 kejadian sepanjang Agustus 2022. Adapun total pelanggaran lalu lintas pada bulan Juli 2022 sebanyak 520 di mana 400 di antaranya diberi surat tilang dan 120 lainnya dikenakan teguran. Jumlah pelanggaran ini meningkat menjadi 1.312 pelanggaran (1.065 tilang dan 247 teguran) pada bulan berikutnya seiring dilakukannya Operasi Jayastamba.

Baca Juga : Kapolres Nganjuk Ajak Masyarakat Bantu ODGJ yang Membutuhkan

"Pendekatan baru lewat Polisi Sae ini pada akhirnya menyasar peningkatan kesadaran masyarakat untuk selalu tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama para pengguna jalan. Kesadaran ini bisa tercapai bila sosialisasi atau nasihat berlalu lintas yang diberikan petugas kepolisian bisa masuk ke hati masyarakat karena mereka melihat kami sebagai ‘teman’, bukan orang yang mesti ditakuti atau dimusuhi,” ucap Dini.

AKP Dini berharap terobosan baru melalui program Polisi Sae dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap aturan lalu lintas serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan. "Dengan demikian nantinya kita tidak melihat lagi pemotor melawan arus atau supir truk memarkir kendaraan mereka di tempat yang tidak semestinya", tutupnya.

Baca Juga : Peringati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke 76, Satlantas Polres Nganjuk Gelar Senam Bersama

Sumber : nusantara

0 Komentar