Hebat! Ceting E Abah Kolel Sabet Juara Pertama Tingkat Nasional

Wakil Nganjuk dalam Ajang Inovasi Cegah Stunting BKKBN Kategori Edukasi Masyarakat

NGANJUK, PING-Prestasi membanggakan kembali diraih Kabupaten Nganjuk. Kali ini, tinta emas datang dari gelaran Inovasi Cegah Stunting yang diadakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tahun 2021.

Kota Bayu sendiri mengirimkan Ceting E Abah Kolel sebagai wakil. Hasilnya, inovasi dari Pemerintah Desa (Pemdes) Senjayan, Kecamatan Gondang tersebut berhsasil menjadi yang terbaik. Ceting E Abah Kolel menjadi juara pertama dalam kategori edukasi masyarakat dalam pencegahan stunting.

Penyerahan hadiah diselenggarakan secara virtual. Di Kota Bayu, kegiatan tersebut diikuti dari Command Center Kabupaten Nganjuk, Kamis (25/11/2021). Yang menerima penghargaan secara virtual adalah Plt Bupati Nganjuk, DR. Drs. H. Marhaen Djumadi, SE, SH, MM, MBA dari Dr. Drg. Widya Leksamanawti Habibie Sp,Ort MM selaku Direktur Eksekutif HIPPG FIA Universitas Indonesia.

Usai menerima piala, Kang Marhaen menyampaikan ucapan syukurnya. Terutama kepada seluruh pihak yang bekerjasama menangani pencegahan stunting.

“Banyak manfaat yang kita peroleh dari inovasi yang dilakukan oleh Pemdes Senjayan, Kecamatan Gondang ini. Sehingga ini merupakan percontohan bagaimana pencegahan stunting dengan menggunakan rumus Ceting E Abah Kolel betul-betul bermanfaat. Di samping mencegah stunting, juga mensejahterakan masyarakat,”jelas Kang Marhaen.

Lebih lanjut menurut Kang Marhaen, menurut data, pencegahan stunting di Kabupaten Nganjuk  terus menunjukkan penurunan angka yang baik. Dimuali dari tahun 2018, angka stunting sebesar 18,3 persen. Untuk tahun 2019 sebesar 11,48 persen. Dan tahun 2020 sebesar 11,2 persen. Adapun di tahun 2021, hingga bulan ini, angka stunting telah menurun hingga pada kisaran 9,6 persen.

“Kami salut dan bangga kepada pak lurah dan pak camat dan seluruh masyarakat yang ikut serta. Sehingga ini merupakan prestasi yang luar biasa untuk inovasi di Desa Senjayan. Ke depan kami mempunyai komitmen akan menduplikasi program ini di setiap desa dan kecamatan,” tambahnya.

Sebagai informasi, turut mendampingi Kang Marhaen dalam menerima piala tersebut Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Nganjuk Dra. Widyasti Sidhartini, dan Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nganjuk, Dra. Heni Rochtanti, MM. Turut hadir pula, Kepala Desa Senjayan, Kecamatan Gondang, Sumardji.

Sumardji merupakan sosok di balik menterengnya prestasi Ceting E Abah Kolel. Ia menjelaskan, Ceting E Abah Kolel merupakan inovasi baru yang dimulai dari desa yang ia pimpin. Program tersebut  memanfaatkan bank sampah, pekarangan dan kolam lele. 

"Tujuan utamanya yaitu mengedukasi masyarakat dengan menanamkan kesadaran pada warga untuk memanfaatkan tanah pekarangan. Seperti tanam sayur mayur, buah buahan dengan kolam pemeliharaan lele skala rumah tangga, sampah dikelola dengan benar untuk menghindari penyakit akibat sampah," terang Sumardji.

Tujuan selanjutnya yaitu untuk nilai ekonomi. Misalnya sampah non organik yang dijual melalui bank sampah. Dan organik menjadi kompos untuk makanan lele. "Alhamdulillah telah ditiru beberapa desa lain dan mampu menurunkan stunting, angka kurus, gizi buruk, bahkan obesitas," tambahnya.

0 Komentar