Hadiri Puncak Peringatan HSN 2021, Ini Pesan Kang Marhaen

Mendorong Santri Bisa Semakin Produktif di Era Globalisasi

NGANJUK, PING-Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Kabupaten Nganjuk telah memasuki penghujung acara. Hal itu ditandai dengan terselenggaranya malam puncak peringatan HSN tahun 2021, Selasa (26/10/2021) malam.

Kegiatan berlangsung di Pendopo Kabupaten Nganjuk. Hadir dalam acara tersebut Plt Bupati Nganjuk DR. Drs. H. Marhaen Djumadi, SE, SH, MM, MBA. Kemudian Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nganjuk Drs. Mokhamad Yasin, M.Si. Termasuk jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nganjuk. Serta undangan dari pimpinan organisasi masyarakat di Kota Bayu.

Dalam sambutannya Kang Marhaen mengucapkan terima kasihnya kepada para panitia HSN. Termasuk Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Nganjuk. Sebab, dapat menyelenggarakan peringatan HSN dari awal hingga usai. “Semoga membawa berkah dan dicatat oleh Allah SWT,” harapnya.

Momentum HSN kali ini, menurut Kang Marhaen, harus menjadi tonggak bagi para santri. Terutama untuk semakin produktif, menyongsong era globalisasi seperti saat ini. “Santri harus semakin kreatif, produktif, inovatif menghadapi era globalisasi,” lanjutnya.

Sebagai informasi, dalam kesempatan itu Kang Marhaen turut meresmikan secara simbolis air mineral NUcless. NUcless merupakan salah satu produk buatan santri Kabupaten Nganjuk.

Selain itu, Kang Marhaen dan para tamu undangan lain juga berkesempatan melaunching film berjudul Sunan Kali Brantas. Film tersebut garapan Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Nganjuk. Dimana salah satu pemerannya adalah R. Moh Lutfhi Badaralam, dalang muda asli dan menjadi kebanggaan Kota Bayu.

(Kang Marhaen didampingi Sekda Yasin dan KH.Ali Musthofa saat meresmikan produk buatan santri Air Mineral NUcless dan film Sunan Kali Brantas).

Pada malam puncak peringatan HSN tersebut turut mengundang Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur, Prof Akh Muzakki, Grand, SEA, Mphil, PhD. Dalam paparannya, Prof Muzakki menyampaikan bahwa nasionalisme para santri tidak perlu diragukan. Sebab cinta tanah air derajatnya sama dengan keimanan. “Hubbul wathan minnal iman,” ujarnya.

“Cinta tanah air itu penting. Karena seseorang tidak akan dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk jika tanah airnya tidak aman. Karena keimanan kita hanya bisa ditopang dengan kedamaian dan keamanan,” lanjutnya sambil berpesan santri harus bersosialisasi dengan bijak di era globalisasi seperti saat ini dengan pendampingan dari orang tua masing-masing.

Baca Juga :

0 Komentar