Hadiri Panen Perdana PRN, Ini Harapan Kang Marhaen

Replikasi Benih untuk Daerah Lain Agar Hasil Efektif dan Maksimal

NGANJUK, PING-Plt Bupati Nganjuk DR. Drs. H. Marhaen Djumadi, SE, SH, MM, MBA menghadiri panen perdana Prioritas Riset Nasional (PRN) di lahan pertanian Kelompok Tani (Poktan) Margo Utomo, Desa Getas, Kecamatan Tanjunganom, Rabu (03/11/2021). PRN sendiri merupakan program kerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan).

Dalam kesempatan itu Kang Marhaen menyampaikan agar poktan dapat memanfaatkan teknologi pertanian yang ada. Dan tidak menjual hasil panen dalam bentuk beras.

“Langkah yang akan diambil Pemkab Nganjuk adalah melakukan clonning. Saya berharap panen ini jangan dijual dalam bentuk beras. Tetapi untuk dan direplikasi dengan daerah-daerah lainnya,” tutur Kang Marhaen.

Dijelaskan Kang Marhaen, petani pada era saat ini bukan lagi bertani tradisional. Namun, petani sekarang juga harus bisa memanfaatkan teknologi. Sehingga bisa meningkatkan produksi.

“Biaya operasional yang rendah dan menghasilkan produksi yang tinggi,” pungkasnya sambil mengingatkan petani untuk memperluas tingkat keuntungan.

Sebagai informasi, kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Balitbang Kementan Dr. Ir. Fadjry, M.Si. Fadjry menyebut, PRN tersebut adalah dukungan untuk mewujudkan pertanian presisi ramah lingkungan. “Serta mendukung pencapaian hasil panen 10 ton/ha,” tambahnya.

Hadir juga dalam acara tersebut adalah Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. hadi Sulistyo, M.Si. Serta Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur, Dr. Catur Hermanto.

Kemudian, Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Jawa Timur Dr. Yudi Sastro, SP, MP, dan perwakilan Balitbangan Jawa Timur, Mariadi, Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) kabupaten Nganjuk Judi Ernanto,SPi, MM Serta Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimcam) Kecamatan dan Gapoktan Kecamatan Tanjunganom.

Dalam kesempatan itu Kang Marhaen juga turut memberi bantuan berupa benih padi kepada petani. Sekaligus menyerahkan santunan jaminan kecelakaan kerja meninggal dunia dari BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli kepada waris atas nama Teguh Santoso, salah satu karyawan dinas lingkungan hidup dari BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 115,840 juta. (Sumber : Humaskabnganjuk)

(ZK/AL).

 

Baca juga :

0 Komentar