Gempur Rokok Ilegal, Pemkab Nganjuk dan Bea Cukai Kediri Gelar Operasi ke Toko Tradisional

Periksa dan Edukasikan Peredaran Rokok Tanpa Cukai di Kalangan Masyarakat Kota Angin

NGANJUK, PING- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk bekerjasama dengan Kantor Bea Cukai Kediri melakukan Operasi Peredaran Rokok Ilegal di 12 Kecamatan yang ada di Kabupaten Nganjuk.

Kegiatan bertajuk Operasi Gempur Rokok Ilegal yang berlangsung selama dua belas hari tersebut, bertujuan untuk menekan peredaran rokok ilegal dan mengamankan penerimaan negara.

Operasi Gempur Rokok Ilegal diwujudkan dengan sosialisasi, edukasi, dan penindakan. Hal tersebut disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Nganjuk, Muslim Harsoyo saat memimpin apel penutupan operasi gempur rokok ilegal di Aula Ekbang Pemkab Nganjuk, Rabu (14/09/2022).

Baca Juga : Kantor Bea Cukai Kediri Ajak Masyarakat Gempur Peredaran Rokok Ilegal dan Waspada Modus Penipuan

Dalam kesempatan tersebut, Asisten Ekbang Kabupaten Nganjuk Muslim Harsoyo mengungkapkan bahwa potensi adanya rokok ilegal di Kabupaten Nganjuk cukup tinggi. Pasalnya, Kabupaten Nganjuk memiliki wilayah penghasil tembakau dan pabrik rokok.

“Namun Alhamdulillah, setelah operasi tersebut di Kabupaten Nganjuk untuk rokok ilegal sangat kecil, karena memang Pemerintah selalu hadir memberikan sosialisasi dan edukasi terkait rokok tanpa pita cukai tersebut kepada masyarakat,” Ucap Muslim Harsoyo tersebut dalam sambutannya. 


Pihak Kantor Bea Cukai Kediri beri surat peringatan kepada pemilik toko di Dusun Besuki-Nglinggo, Gondang

Menurutnya, selama pemerintah hadir untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, maka keberadaan rokok ilegal dapat diminimalisir dengan baik. Sebab, meskipun pemerintah terus memberikan sosialisasi secara terus menerus, tetapi tidak memberikan wadah kepada masyarakat, maka menurutnya pemerintah tidak bisa mengarahkan masyarakat. 

Selain itu, Muslim Harsoyo juga menambahkan bahwa peredaran rokok ilegal dapat merugikan banyak hal. Mulai dari konsumen hingga produsen, sebab masyarakat akan mendapatkan hasil yang kurang baik dalam hal ini. 


Barang bukti, rokok ilegal dengan merk GA, SBR dan Alpard yang ditemukan di Kecamatan Gondang

“Saya berharap dengan giat operasi ini, apabila ditemukan indikasi di wilayah Kabupaten Nganjuk yang mungkin bisa menyebabkan adanya penyebaran rokok ilegal, segera ditindak dan diberikan pembinaan. Tapi insyaallah kami berkolaborasi dengan jajaran Forkopimda juga bekerja terus hal ini bisa semakin kita minimalisir,” tutupnya.

Sementara itu, Ahmad Faesol selaku Pemeriksa Bea dan Cukai dari Kantor Bea Cukai Kediri mengatakan bahwa kolaborasi dengan Pemkab Nganjuk untuk melakukan operasi ke toko tradisional, dilakukannya karena Kabupaten Nganjuk memiliki wilayah penghasil tembakau dan pabrik rokok.

Baca Juga : Harga Rokok Selalu Naik? Begini Penjelasan Kantor Bea Cukai Kediri

“Kita sudah bekerjasama dengan pihak Pemda itu mengadakan beberapa kali operasi pasar dan Alhamdulillah hasilnya cukup lumayan. Daerah Nganjuk ini juga menjadi perlintasan, jadi rokok-rokok ilegal yang masuk mungkin dari daerah Timur atau Barat Nganjuk,” jelasnya. 

Untuk itu, Ahmad Faesol berharap agar masyarakat bisa berperan aktif dalam mendukung upaya gempur rokok ilegal yang dapat merugikan Negara tersebut, sehingga peran masyarakat sangat penting. 

Baca Juga : Kang Marhaen Dorong Content Creator Ikut Gempur Rokok Ilegal

Sebagai informasi, dalam operasi yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Berbek, Ngetos, Sawahan, Pace, Lengkong, Jatikalen, Gondang, Patianrowo, Kertosono, Tanjunganom, Loceret dan Ngronggot tersebut.

Pemkab Nganjuk bersama Kantor Bea Cukai juga berhasil menemukan rokok ilegal, salah satunya yakni ketika operasi di Dusun Besuki, Desa Nglinggo Kecamatan Gondang. Sebanyak 53 pak rokok bermerek GA, 27 pak bermerek SBR dan 10 pak bermerek Alpard diamakan tim. (Hs/Ys)

 

 

0 Komentar