Gelar Tradisi Siraman Sedudo, Pikat Wisatawan Asing 7 Negara

Bupati Nganjuk H.Novi Rahman Hidhayat.,S.sos.,MM., beserta istri Yuni Rahma Hidhayat ikuti Tradisi Upacara Prana Prasthista  di Obyek Wisata Air Sedudo, Sabtu (14/9/2019).

Turut hadir, Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, SE.,SH.,MH, MBA beserta istri Sri Wahyuni, Kapolres Nganjuk, Dandim 0810 Nganjuk, Ketua DPRD, Kajari, Ketua Pengadilan Negeri, OPD Se kabupaten Nganjuk serta tamu undangan dari mancanegara serta dari Kabupaten Kota lainnya.

Air Terjun Sedudo terletak di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk. Sekitar 30 km dari Nganjuk. Air Terjun Sedudo memiliki tinggi 105 meter. Air terjun sedudo tidak hanya menawarkan keindahan wisata alam, tetapi juga wisata budaya yaitu Upacara Tradisional Prana Pratistha. Hal ini semakin menambah daya tarik bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Karena itu Air Terjun Sedudo merupakan ikon utama pariwisata Kabupaten Nganjuk.

Pengunjung yang datang dari berbagai daerah ingin melihat secara langsung Upacara Prana Pratistha yang berlangsung di Desa Ngliman, Sawahan, Nganjuk

Upacara Prana Pratistha atau yang biasa disebut Siraman Sedudo merupakan bentuk rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa dan doa agar semua warga Nganjuk mendapatkan keselamatan dan dijauhkan dari segala mala petaka

Acara ini terdiri dari pementasan tarian tradisional, larung sesaji oleh Bupati Nganjuk, pengambilan tirta amerta, dan diakhiri dengan mandi bersama.

Setelah acara selesai pengunjung akan berebut Gunungan Apem dan beramai-ramai mandi di kolam air terjun sedudo.

Di zaman kerajaan Islam,  Sedudo sangat dikenal sebagai kawasan pertapaan ki ageng ngaliman. Yaitu tokoh pelopor penyebaran agama islam pertama kali di nganjuk, sebagai penghormatan atas jasa-jasanya.

Dari sisi sejarah dan budaya, siraman sedudo ada sejak jaman kerajaan majapahit dan kejayaan islam. Saat itu air terjun sedudo sering digunakan untuk mencuci senjata pusaka milik raja dan patih dalam prana pratista.

Tradisi ini dilaksanakan setiap tahun di bulan syuro atau bulan Muharam oleh Penyelenggaranya Dinas Pariwisata, Kepemudaan, Olah raga dan Kebudayaan Daerah Kabupaten Nganjuk

Prosesi Siraman Sedudo di Kabupaten Nganjuk juga dikenalkan ke mancanegara. 7 negara hadir sebagai tamu undangan yaitu dari Thailand, Madagaskar, Timor Leste, Taiwan, Pakistan, Afrika, Spanyol

Dengan banyaknya wisatawan asing yang datang ke Nganjuk, Kepala Dinas Disparporabud Nganjuk, Supiyanto memprediksi ada peningkatan jumlah pengunjung

“Kalau tahun lalu sekitar 1.200 pengunjung. Tahun ini perkiraan kami bertambah 100 – 200 orang,” paparnya.

“Kami upayakan prosesi siraman sedudo tetap di lestarikan dan juga di promosikan ke luar daerah bahkan ke manca negara supaya mereka tertarik untuk mengunjungi wisata air terjun yang menjadi andalan Kabupaten Nganjuk,”terang Supiyanto.

Bupati Nganjuk Mas Novi juga berharap Prosesi Siraman Sedudo ini bisa menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung di Kabupaten Nganjuk

 “Tahun ini kita mengundang wisatawan dari mancanegara dengan harapan saat mereka pulang ke negara masing-masing bisa mempromosikan Kabupaten Nganjuk”. Harapnya

Mas Novi juga mengatakan Pemkab terus berupaya untuk selalu berbenah terkait agenda tahunan yang menjadi tradisi masyarakat Kabupaten Nganjuk. (Hs,Ys/Diskominfo)

0 Komentar