Dukung Pemerintah, Pemdes Talun Rejoso Himbau Warganya Tak Mudik

Upaya Pencegahan Penyebaran Virus COVID-19 pada Masa Idul Fitri 1442 H

NGANJUK, PING-Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah/2021 Masehi masih memberlalukan larangan mudik. Sama seperti tahun sebelumnya. Di Kota Bayu, larangan mudik tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati Nganjuk No. 433/1075/411.313/2021 mulai 6 hingga 17 Mei 2021.

Di tingkat lingkungan masyarakat, pemerintah desa (pemdes) masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro. Termasuk, ikut meneruskan imbauan tentang larangan mudik bagi warganya pada Lebaran tahun 2021 ini.

Salah satu upaya tersebut turut dilakukan oleh Pemdes Talun, Rejoso. Di Desa Talun, juga menerapkan larangan mudik bagi warganya yang merantau untuk tidak pulang kampung di Lebaran tahun ini. Imbauan itu ditunjukkan dengan memasang baliho berukuran besar di samping gapura masuk desa setempat.

Menurut Kepala Desa Talun, Sardi pihaknya bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai tiga pilar desa rutin mengimbau masyarakat terkait larangan mudik itu. Upaya imbauan itu dilakukan melalui beberapa cara. Seperti pada saat pengajian, dan pemberitahuan kepada para tokoh masyarakat dan lembaga desa.

"Untuk memberikan pemahaman  kepada sanak saudara untuk tidak melakukan mudik lebaran terlebih dahulu demi kesehatan keluarga yang berada di rumah," katanya saat ditemui PING usai pemasangan baliho himbauan, Kamis (29/04/2021).

Tak hanya itu, Sardi juga meminta kepada tim Satgas COVID-19 Desa Talun agar semakin aktif. Sehingga akan tercipta situasi yang aman serta kondusif pada musim mudik Lebaran tahun 2021 ini. "Dan kami meminta Satgas COVID-19 desa, kemudian agar melaporkan kepada jika ada tamu yang datang. Baik dari luar kota maupun dari luar daerah," tuturnya.(yos)

0 Komentar