Dukcapil Luncurkan Inovasi Layanan Daring Terintegrasi

NGANJUK, PING – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Nganjuk terus berinovasi dalam memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat. Terbaru, Dispendukcapil Kabupaten Nganjuk meluncurkan aplikasi online bernama SEDUDO.

Dengan SEDUDO, kini masyarakat bisa mengurus dokumen administrasi kependudukan (adminduk) secara online atau daring. Guna memberi informasi bagi masyarakat luas, Dispendukcapil Kabupaten Nganjuk mulai gencar melakukan sosialisasi. Salah satunya dengan menjadi narasumber talkshow di 105,3 R-SAL FM, Rabu (21/4/2021).

Pada talkshow yang dipandu host Asty Hanifa itu, hadir pejabat Dispendukcapil Kabupaten Nganjuk untuk menjadi narasumber. Pertama, Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil Dispendukcapil Kabupaten Nganjuk Drs. Danuji. Serta Kasi Perubahan Status Anak dan Kematian Dispendukcapil Kabupaten Nganjuk, Wiyoto.

Danuji menjelaskan, melalui SEDUDO, masyarakat saat ini tidak perlu kemana-mana untuk mengurus berkas adminduk. Cukup akses SEDUDO dari rumah, dan tanpa biaya.

“Dengan adanya inovasi dan terobosan baru ini masyarakat tinggal mengupload data-data yang dipersyaratkan, apabila sistemnya lancar maka apa yang diperlukan masyarakat seperti akta, KTP, KK dan lain sebagainya itu sehari bisa langsung jadi,” tegas Danuji.

Menambahkan Daunji, Wiyoto menjelaskan ada banyak layanan adminduk yang disediakan pada aplikasi SEDUDO. Antara lain pengurusan akta perkawinan, akta perceraian dan akta kematian. “Aplikasi SEDUDO ini memberikan pelayanan administrasi kependudukan yang profesional, memenuhi standar teknologi informasi, dinamis, sesuai visi dan misi Pemkab Nganjuk dalam pencapaian standar pelayanan minimal menuju pelayanan prima yang menyeluruh untuk mengatasi permasalahan kependudukan,” jelas Wiyoto sembari menunjukkan pedoman yang digunakan dalam pelayanan adminduk yaitu Undang-Undang No 24/2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan.

Terkait pengurusan akta perkawinan, akta perceraian dan akta kematian, Wiyoto menjelaskan, bahwa secara formal pihaknya hanya mengurusi akta perkawinan dan perceraian untuk masyarakat non Muslim. Seperti Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu dan penganut kepercayaan lain yang terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM).

“Dalam peraturan perkawinan yang ada di Indonesia, tidak ada yang namanya perkawinan berbeda agama. Apabila terdapat perbedaan agama, salah satu pasangan harus mengalah. Ini untuk mempermudah pengurusan administrasinya,” tambahnya.

Terkait pengurusan akta kematian, diperlukan data berupa surat kematian dari desa atau rumah sakit, KK berisi nama almarhum atau almarhumah, fotokopi KTP yang bersangkutan, fotokopi KTP pelapor atau ahli waris. “Ini dikarenakan akta kematian ada sangkut pautnya dengan warisan. Kami tidak merekomendasikan akta kematian tersebut diurus oleh orang lain (bukan ahli waris). Kalaupun terpaksa harus diurus orang lain, harus ada surat kuasa dari ahli waris,” tegasnya. 

 

Baca juga:

Tata Cara Mendaftar Akun SEDUDO

0 Komentar