Disperindag Targetkan Retribusi Pasar Rp 4 Miliar

Pedagang Diharapkan kembali Jualan

NGANJUK, PING-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk targetkan pendapatan retribusi pasar tradisional tahun 2021 ini mencapai sekitar Rp 4 miliar. Target itu mengalami kenaikan sekitar Rp 1 miliar dari tahun sebelumnya dengan pendapatan retribusi mencapai Rp 3 miliar.

Kepala Disperindag Kabupaten Nganjuk, Haris Jatmiko mengatakan, pendapatan retribusi tersebut berasal dari 33 pasar tradisional yang dikelola Pemkab Nganjuk. Karena masih terjadi pandemi COVID-19, Haris berharap kondisi pasar tradisional secara bertahap pulih. Sehingga target retribusi bisa tercapai.

"Itu harapan kami dari pasar tradisional di Kabupaten Nganjuk untuk tetap menyumbang pemasukan untuk PAD (pendapatan asli daerah) lebih besar tahun ini," kata Haris Jatmiko, Minggu (06/06/2021).

Dijelaskan Haris Jatmiko, pendapatan retribusi pasar tradisional untuk PAD Kabupaten Nganjuk yang tahun 2020 lalu sekitar Rp 3 miliar meski di tengah pandemi COVID-19 masih cukup baik. Ini tidak lain walaupun terjadi penurunan aktifitas di pasar tradisional, tetapi retribusi masih tetap berjalan. Apalagi setelah masih adanya pedagang pasar yang bertahan melayani kebutuhan warga.

Untuk itu, menurut Haris, dengan kondisi berangsur membaik sekarang ini, di tengah pandemi COVID-19 diharapkan pasar tradisional kembali berangsur pulih. Dan berharap pedagang mulai banyak yang kembali membuka lapak dagangannya dan pengunjung pasar kembali normal. "Dari situlah kami harapkan ada peningkatan pendapatan retribusi untuk PAD," ucap Haris.

Meski demikian, ungkap Haris, Disperindag tidak akan memaksa pedagang untuk membuka lapak di pasar tradisional kalau kondisi memang sepi. Karena apabila pedagang dipaksa membuka kembali lapak daganganya di pasar tradisional dengan kondisi sepi maka justru akan bisa merugikan pedagang sendiri.

"Makanya, kami serahkan kepada pedagang sendiri keputusan untuk kembali berjualan dan membayar retribusi, atau tutup dahulu karena kondisi sepi. Karena  bagaimanapun saat ini masih pandemi COVID-19 sehingga semuanya harus tetap waspada dalam mencegah penularan virus corona," tutur Haris.

Sumber : surabaya.tribunnews.com

0 Komentar