Disparporabud Verifikasi Temuan Situs Cagar Budaya di Baleturi, Prambon

Berupa Tipisan, Gandik, Fragmen Gerabah hingga Batu Bata Besar

Dinas Pariwisata, Kepemudaan, Olahraga dan Kebudayaan (Disparporabud) Kabupaten Nganjuk melakukan verifikasi temuan situs cagar budaya di Desa Baleturi, Prambon pada Selasa (23/02/2021). Verifikasi itu atas informasi dan laporan masyarakat terkait penemuan beberapa barang yang diduga benda cagar budaya sehari sebelumnya. Seperti tipisan, gandik, fragmen-fragmen gerabah jambangan besar hingga batu bata dengan ukuran yang besar. 


(penemuan keping arca di Desa Baleturi, Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk)

Kasi Sejarah, Museum dan Kepurbakalaan Disparporabud Kabupaten Nganjuk Amin Fuadi menjelaskan jika ada temuan pihaknya berkoordinasi dengan BPSMP Sangiran dan BP3 Trowulan untuk verifikasi lebih lanjut. Sedangkan untuk lokasi penemuan cagar budaya kali ini tidak memungkinkan untuk penambilan barang-barang temuan. Dikarenakan banyaknya genangan air. Sehingga mengakibatkan tim kesulitan untuk melakukan ekskavasi ringan.

“Sehingga belum terlihat struktur yang nampak. Sehingga penelitian akan dilanjutkan saat musim kemarau nanti,” ungkap Amin kepada PING, Rabu (24/02/2021).

Dari perkiraan Amin, ia memprediksi bahwa lokasi tersebut dulunya adalah sebuah permukiman. Itu terlihat dari area yang sangat luas. Bahkan struktur batu bata telah masuk wilayah Kediri. Penemuan situs di Desa Baleturiersebut lokasinya tidak jauh dari penemuan sebelumnya. Tepatnya pada tahun 2018 silam juga pernah ditemukan yoni dan dua buah arca di sana. “Jaraknya kurang lebih seratus meter dari lokasi saat ini,” lanjut Amin.   

(Penemuan Kepingan Arca di Dusun Manggarejo, Desa Mancon, Kecamatan Wilangan Kabupaten Nganjuk. Sebelah kiri kepingan air besar, gerabah dan sebelah kiri kepingan kendi persembahan)

“Potensi cagar budaya kita sangat istimewa. Cagar budaya yang kita miliki rentangnya panjang. Dari masa purbakala hingga masa merdeka saat ini. Dengan kekayaannya yang sedemikian rupa, banyak sekali warga kurang menyadari akan pentingnya melestarikan cagar budaya. Maka dari itu kekayaan cagar budaya harus bisa dilestarikan. Dan jika memang cagar budaya yang ditemukan bentuknya mobile, mudah diangkat dan mudah hilang akan kita pindahkan di museum," tutup Amin. (cy/yos)

0 Komentar