Disparporabud Pamerkan Hasil Arkeologi kepada Pelajar SMP Secara Daring

Gandeng Puslit Arkenas Kemendikbudristek Kenalkan Rumah Peradaban

NGANJUK, PING- Dinas Pariwisata Kepemudaan Olahraga dan Kebudayaan (Disparporabud) Kabupaten Nganjuk menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Rumah Peradaban Nganjuk secara virtual, Selasa (31/08/2021). Kegiatan tersebut adalah hasil kerja sama dengan menggandeng Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Sedangkan pesertanya adalah 150 orang pelajar. Mereka berasal dari 20 SMP seluruh Kabupaten Nganjuk. Termasuk para staf dan karyawan Disparporabud Kabupaten Nganjuk sendiri.

Dalam sambutannya, Kepala Disparporabud Kabupaten Nganjuk Drs. Gunawan Widagdo, M.Si mengapresiasi adanya kegiatan sosialisasi Rumah Peradaban tersebut. Sebab, dapat menjadi sarana untuk memasyarakatkan hasil arkeologis secara cepat dan tepat. “Meskipun bentuknya tidak fisik, tetapi lebih diarahkan pada media informasi. Dengan tujuan untuk mendorong peningkatan karakter,” beber Gunawan.

Lebih dalam Gunawan menyampaikan, Kota Bayu memiliki peninggalan arkeologi hampir di seluruh wilayah kecamatan. Peninggalan itu mulai dari era prasejarah, era klasik, era Hindu-Budha, era Kolonial, era Mataraman, hingga era pergerakan Hindhu pasca kemerdekaan.

Dengan potensi-potensi peninggalan sejarah tersebut, Gunawan akan mengajukan tim ahli cagar budaya. Tim tersebut selanjutnya akan menetapkan cagar-cagar budaya di Kabupaten Nganjuk. 

“Untuk kemudian dituangkan dalam bentuk Rumah Peradaban, sebagai penguatan karakter. Serta menerapkan cagar budaya sebagai muatan lokal untuk siswa pada dunia pendidikan,” imbuhnya.

(Para peserta dari 20 SMP se Kabupaten Nganjuk saat mengikuti acara Webinar Sosialisasi Rumah Peradaban Nganjuk).

Sementara itu, Dr. I Made Geria selaku Kepala Puslit Arkenas menyampaikan, tujuan Rumah Peradaban adalah untuk memberi penguatan berbangsa dan penguatan berkearifan. Ia mengatakan kesan dengan banyaknya potensi bersejarah luar biasa, sekaligus mengapresiasi hasil penelitian dari Dr. Titi Surtinastiti yang tertuang dalam sebuah buku seri Rumah Peradaban Nganjuk. 

“Kami harap, aset peradaban di Nganjuk tidak selesai pada karya tulis saja. Namun juga perlu diberdayakan sehingga menjadi solusi dari hasil penelitian tersebut,” tutur Made.

Sebagai informasi, dari hasil kegiatan itu, terdapat komponen yang dihasilkan. Yaitu buku seri Rumah Peradaban Nganjuk yang diteliti dan ditulis oleh Dr. Titi Surti Nastiti selaku peneliti utama di Puslit Arkenas Kemendikbudristek. Hasil lainnya adalah alat peraga pendidikan berupa Arca Durga yang akan dibagikan kepada 20 sekolah dan Rumah Peradapan Nganjuk. Serta produk digital untuk pelayanan destinasi pendidikan. Yaitu berupa tur virtual arkeologi yang pengembangannya dilakukan oleh rekan-rekan dari Inovasi Media Nusantara.

 

Baca Juga :

0 Komentar