Disparporabud Berencana Sulap TRAL Menjadi NNS

Tarik Pengunjung untuk Berwisata di Malam Hari

NGANJUK, PING-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk melalui Dinas Pariwisata, Kepemudaan, Olahraga, dan Kebudayaan (Disparporabud) berencana menyulap Taman Rekreasi Anjuk Ladang (TRAL) menjadi Nganjuk Night Spectaculer (NNS). Hal ini disampaikan oleh Kepala Disparporabud Kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo. "TRAL nanti akan mirip Batu Night Spectaculer (BNS). Karena ini di Nganjuk, maka nanti bisa jadi Nganjuk Night Spectaculer atau NNS," Ujar Gunawan.

Gunawan menambahkan, selama ini di Nganjuk belum ada tempat wisata buka di malam hari. Hal ini berpeluang mengundang para pengunjung untuk berwisata di malam hari. Terlebih didukung dengan Jalan Ahmad Yani yang didesain mirip jalan Malioboro Jogjakarta, serta taman Nyawiji yang saat ini masih dalam proses pembangunan. "Jadi pengunjung dapat berwisata ke TRAL, kemudian dilanjutkan berjalan-jalan ke taman serta Malioboronya Nganjuk di Ahmad Yani," tambahnya.

Lebih lanjut, Gunawan belum dapat memastikan kapan NNS akan terealisasi. Akan tetapi ia terus melakukan pendekatan dengan pihak ketiga. Mantan Kepala Bapeda Kabupaten Nganjuk ini tidak mau gegabah dalam menggait kerjasama dengan investor. Rencananya, kerjasama dilaksanakan per tahun dengan sistem bagi hasil atau sewa.

"Build Operate Transfer (BOT) tidak dipilih karena sistem ini kurang menguntungkan bagi pemkab. Karena investor akan membangun dan mengelola dalam jangka waktu tertentu. Kemudian setelah bangunan selesai, bangunan diserahkan ke pemkab. Biasanya jangka waktu sistem BOT puluhan tahun, dan setelah bangunan rusak termakan usia baru diterima pemkab" tambah Gunawan.

Gunawan berharap dalam waktu dekat, NNS sudah bisa terwujud. "apalagi TRAL mendapat target Pendapat Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 500 juta".

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk Edy Santoso mendukung rencana Disparporabud untuk menghidupkan kembali TRAL. Kerjasama dengan pihak ketiga, dirasa adalah solusi untuk TRAL saat ini. "Kami berharap supaya Disparporabud segera merealisasikan kerjasama dengan pihak ketiga. Karena, TRAL merupakan salah satu sumber pendapatan asli daerah Kabupaten Nganjuk," ujar Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk ini.

Disadur Dari Sumber: Jawa Pos Radar Nganjuk

0 Komentar