Disnakerkop UM Nganjuk Latih Warga Kutorejo Membuat Anyaman Plastik

Ciptakan Inovasi Produk dengan Nilai Jual Tinggi

NGANJUK, PING - Dalam rangka pemberdayaan pelaku usaha mikro di Kota Bayu, Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disnakerkop UM) Kabupaten Nganjuk menyelenggarakan pelatihan anyaman berbahan plastik di Balai Desa Kutorejo, Bagor selama dua hari. Yaitu pada hari Senin (24/05/2021), dan Selasa (25/05/2021).

Hadir membuka acara, Kepala Disnakerkop UM Kabupaten Nganjuk, Drs. Supiyanto, MM didampingi Kabid Usaha Mikro Disnakerkop UM Kabupaten Nganjuk, Drs. Susbagio. Hadir juga Camat Bagor, Suwarno, SE, MM dan Kepala Desa Kutorejo, Suparno.

Dalam sambutannya Supiyanto menyampaikan bahwa pelatihan anyaman ini bertujuan untuk menciptakan inovasi produk yang mempunyai nilai jual tinggi. “Harapannya nanti setelah mengikuti pelatihan ini, 15 peserta mendapatkan bekal keterampilan dan pengetahuan untuk memulai usaha maupun pengembangan hasil anyaman bagi yang sudah memiliki usaha anyaman plastik,” tutur mantan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Pemkab Nganjuk ini.

“Para peserta ini diberikan pelatihan dan arahan untuk memproduksi kerajinan yang banyak diminati masyarakat atau pasar yaitu tas belanja dan dompet souvenir”, tambah Supiyanto.

Sementara itu, Susbagio menyampaikan bahwa selama mengikuti pelatihan pembuatan anyaman ini para peserta wajib menerapkan protokol kesehatan. Hal itu guna mencegah penularan virus COVID-19. “Sesuai dengan anjuran pemerintah, dalam pelatihan ini para peserta wajib mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga kebersihan tangan, selalu memakai masker, memakai sarung tangan, dan menjaga jarak,” tutur Susbagio. 

Kabid Usaha Mikro Disnakerkop UM Nganjuk bersama instruktur pelatihan memamerkan hasil karya para peserta

Perlu diketahui, pada pelatihan tersebut Disnakerkop UM mengundang Supiyah Arti sebagai instruktur. Selain pelatihan menganyam, Disnakerkop UM juga akan mengadakan pelatihan membuat aneka kue basah dan kering. “Nanti pada tanggal 2 hingga 4 Juni 2021, kami juga akan hadir di Desa Garu Kecamatan Baron untuk memberikan pelatihan membuat kue kering dan kue basah,” tambah Susbagio sembari menyebut jumlah kuota peserta pelatihan membuat kue kering dan kue basah sebanyak 20 peserta.

0 Komentar