judul

Bentuk Tim untuk Awasi Langsung Pelaksanaan di Lapangan

NGANJUK, PING-Guna mewujudkan pengawasan koperasi yang sistematis dan akuntabel, Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disnakerkop UM) Kabupaten Nganjuk berinisiasi membuat  aplikasi pelaporan bernama Sistem Informasi Pengadministrasian dan Pelaporan Koperasi Berbasis Elektronik (SIMAPKOP) sejak tahun 2020. Sebagai tindak lanjutnya, Disnakerkop UM memberi pembinaan kepada koperasi pada Rabu (17/03/2021). Tujuannya agar koperasi tersebut betul-betul memanfaatkan SIMAKPOP untuk aktivitas pelaporannya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekertaris Dinas Disnakerkop UM Dra. Sri Laksmita Hardini saat membuka pembinaan tersebut.  Ia menjelaskan, SIMAKPOP memudahkan pengurus koperasi menyusun kewajiban pelaporan. Karena menu dalam SIMAPKOP cukup lengkap, dengan memuat data lembaga koperasi. 

Perwakilan Anggota Forum koperasi Kabupaten Nganjuk yang terdiri dari KSP, USP, KSPPS maupun USPPS.  

Hal ini selaras dan mendukung Peraturan Pemerintah (PP) No. 7/2021 tentang Kemudahan, Pelindungan dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM. "Dimana dalam pasal 9 disebutkan bahwa sistem pelaporan harus berbasis elektronik," ungkap Dini pada acara di ruang aula Disnakerkop UM Kabupaten Nganjuk tersebut.

Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Koperasi Disnakerko UM Kabupaten Nganjuk Retno Prabandari, S.Pd, M.Si menambahkan, pada pembinaan itu pihaknya menghadirkan PT Ussi Pinbuk Global Solusi Bandung selaku mitra penyedia aplikasi. Sedangkan pesertanya sebanyak 40 anggota Forum koperasi Kabupaten Nganjuk yang terdiri dari KSP, USP, KSPPS maupun USPPS. 

Selain itu, tujuan lain pembinaan tersebut adalah menyongsong rencananya SIMAPKOP akan beredar secara nasional. Yakni pada April 2021. Bahkan, SIMAKPOP akan terhubung dengan Kementerian Koperasi dan UKM. Untuk itu, kata Retno, pihaknya mendorong koperasi di Kota Bayu sebagai pelopor pelaporan koperasi berbasis aplikasi melalui SIMAPKOP. 

“Disnakerkop UM mengawali program ini dikarenakan inovasi kami untuk lebih memudahkan dalam pengawasan terkait dengan minimnya SDM kami, sedangkan  koperasi di Nganjuk jumlahnya sangat banyak,” jelas Retno.

Retno melanjutkan, dalam waktu dekat pihaknya akan membentuk tiga tim. Tim tersebut akan melakukan kunjungan ke KSP di Kabupaten Nganjuk untuk pendampingan memasukkan data SIMAPKOP. ”Mohon petugas koperasi untuk disiapkan laptop yang telah terinstal aplikasi SIMAPKOP, untuk mengefektifkan waktu,” pesan Retno.(Aeh/Nr)

Baca juga :

0 Komentar