Disnaker Gencar Buka Pelatihan Kerja untuk Sejahterakan Masyarakat Kabupaten Nganjuk

Kepedulian Pemkab Nganjuk, Perluas Kesempatan Kerja Peserta Penyandang Disabilitas

NGANJUK, PING - Dalam rangka perluasan kesempatan kerja, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk terus gencar membuka kegiatan pelatihan, salah satunya yaitu pelatihan menjahit dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2022 di Ruang Rapat Disnaker, Senin (22/08/2022).

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk perluasan kesempatan kerja, meningkatkan kompetensi, dan produktifitvas calon tenaga kerja, serta menciptakan dan menyediakan calon tenaga kerja yang kompeten mandiri dan professional.

Dalam sambutannya Kepala Disnaker, Supiyanto mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Nganjuk untuk menyejahterakan masyarakat Nganjuk dan juga penyandang disabilitas.

Pelatihan hari ini pesertanya yaitu ada 20 orang yang merupakan penyandang disabilitas dan normal. meskipun begitu, pihak Disnaker sengaja tidak memisahkan antara peserta penyandang disabilitas dan tidak

Pelatihan akan berlangsung selama 10 hari, mulai tanggal 22-31 agustus 2022 bertempat di Kantor Disnaker Kabupaten Nganjuk dengan mengundang instruktur teknis dari LPK (Lembaga Pelatihan Kerja) binaan Disnaker.

Supiyanto berharap setelah mengikuti pelatihan ini para peserta juga mampu membuka usaha secara mandiri dalam rangka membuka kesempatan kerja bagi masyarakat yang membutuhkan pekerjaan.

"Kita sudah kerjasama dengan dua perusahaan, setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta harus siap untuk menjadi tenaga kerja yang ada di perusahaan tersebut, yaitu pabrik tas yang berada di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret  dan di perusahaan pembuatan boneka yang berada di Kecamatan Berbek," jelasnya.

Baca JugaDisnaker Ajak Wirausaha Berkembang dan Berinovasi Lewat Pelatihan Pembuatan Makanan dan Minuman

Untuk informasi, Kegiatan ini dibiayai oleh sumber dana DBHCHT (dana bagi hasil cukai tembakau), yaitu hasil masyarakat Nganjuk yang menanam tembakau dan hasil pajak rokok legal, maka ada pembagian pajak yang di berikan kepada Kabupaten Nganjuk, dimana anggaran tersebut bisa digunakan kembali ke masyarakat untuk pelatihan.

Lebih lanjut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Kabupaten Nganjuk, Muslim Harsoyo menyampaikan bahwa beliau mewakili Pemkab Nganjuk sangat gembira karena sudah ada perusahaan yang menampung, semoga pelatihan ini bisa menjadi bekal ketrampilan serta dapat menjadi tenaga kerja yang berkualitas, produktif, dan kompeten serta berdaya saing.

"Para penyandang disabilitas harus lebih diperhatikan, bahkan disejajarkan dengan masyarakat biasanya, mereka juga punya keluarga yang akan dihidupi, jadi semoga dengan adanya kegiatan ini bisa memberikan kontribusi yang positif", pungkasnya

Beliau berharap kegiatan ini diikuti dengan serius serta dapat memberi manfaat bagi peserta dan memberi peluang untuk menciptakan lapangan kerja baru.

Mengakhiri kegiatan, pembukaan pelatihan menjahit diakhiri dengan memberikan secara simbolis ATK yang diberikan langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Nganjuk, Ir. Muslim Harsoyo serta di damping Kepala Dinas tenaga Kerja Kabupaten Nganjuk, Sekertaris Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Nganjuk. (Ys/Bay)

 

Baca Juga:

Kepala Disnaker Menutup Pelatihan Menjahit Mode Lanjutan di Kedungmlaten

0 Komentar