Diskominfo Mulai Terapkan Penggunaan SIDK

Koordinasi dalam Rangka Persiapan Pembaruan Dokumen Kependudukan

NGANJUK, PING-Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Nganjuk mengadakan koordinasi Sistem Integrasi Data Kelurahan (SIDK) Kabupaten Nganjuk, Rabu (17/11/2021). Koordinasi tersebut dalam rangka persiapan pembaruan dokumen kependudukan di masing-masing kelurahan dan kecamatan.

Koordinasi yang berlangsung di Ruang Rapat PKK Kabupaten Nganjuk tersebut dihadiri peserta dari lima kecamatan. Yaitu Kecamatan Nganjuk, Sukomoro, Tanjunganom, Kertosono, dan Bagor. Yang menjadi undangan adalah para camat beserta lurah yang ada di masing-masing wilayah kecamatan tersebut.

Hadir dan membuka koordinasi, Sekretaris Diskominfo Kabupaten Nganjuk, Ida Sobihatin, AP, M.Si. Dalam sambutannya wanita berjilbab tersebut mengatakan, tujuan pembaruan dokumen kependudukan tersebut adalah untuk pemutakhiran data kependudukan kelurahan di Kota Bayu.

Menurutnya, pemuktakiran data sangat penting untuk menjadi data yang valid. Data yang sudah tersusun dan valid mejadi sumber rujukan untuk perencanaan yang matang dan tepat sasaran.

“Caranya melalui survei penjaringan data yang ada di masyarakat. Setelah data itu tersusun, menjadi data yang dibutuhkan. Rangkaian panjang ini untuk mewujudkan Satu Data Indonesia atau SDI di Kabupaten Nganjuk,” tegasnya.

Sebagai informasi, kegiatan tersebut mengundang beberapa narasumber. Salah satunya adalah Kabag Administrasi Pemerintahan Umum Pemkab Nganjuk, Drs. Sarwo Widodo.

Sarwo berkesempatan menyampaikan tentang data dan informasi. Yaitu data empiris adalah sumber pengetahuan yang diperoleh dari observasi, wawancara atau percobaan. Sementara bukti empisinya adalah informasi.

“Data yang sudah dipakai dan siap digunakan. Sehingga perlu pemuktakiran data untuk diakui kebenaran dan keakuratanya. Sehingga data yang sudah benar bisa menjadi informasi yang bisa dipertanggungjawabkan,” terangnya.

Sementara itu, narasumber lainnya Rony Harmoko, SE, M.IP dari SurveyMETER Yogyakarta menyampaikan, hasil survei SIDK yang sudah dilakukan oleh kader data masih ditemukan data kependudukan yang belum terbarui. Misalnya masih ditemukanya dalam satu Kartu Keluarga (KK) terdapat beberapa kepala kelurga.

“Idelanya satu KK dihuni olek satu kepala keluarga, selanjutnya masih ditemukkanya juga anggota keluarga yang sudah meninggal tetapi masih tercantum disusunan anggota keluarga dalam KK,” terangnya.

Menggapai hal tersebut, Wiyoto, S.Pd. S.Sos, M.Si selaku Kasi Perubahan Status Anak, Pewarganegaraan dan Kematian Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Nganjuk menyampaikan, pihaknya siap menyukseskan program satu data Nganjuk.

“Kita siap memfasilitasi untuk membantu dalam pemuktakiran data kependudukan. Berdasrkan pedoman sesuai dengan aturan-aturan yang ada,” tegasnya.

“Misalnya akta kematian. Bahwa kematian yang sudah melampaui 10 tahun ke atas serta tidak punya KTP, dan dokumen lainnya. Sementara di dalam data base kependudukan juga tidak ditemukan. Maka harus dilaksanakan sidang,” tambah Wiyoto.

Wiyoto melanjutkan, untuk proses administrasi kependudukan (adminduk), Dinas Dukcapil telah membuka layanan online disetiap kecamatan, desa, dan kelurahan di Kota Bayu. 

“Saya mengajak kepada camat dan lurah untuk membantu menyosialisasikan kepada msyarakat untuk datang langsung ke kantor desa, kelurahan atau kecamatan tanpa harus ke kantor Dukcapil. Semuanya daring selesai dalam kuruan waktu 24 jam,” imbuhnya.

(ZK/AL)

 

Baca Juga :

0 Komentar