Diskominfo Himbau Masyarakat Waspada Penipuan Tautan “bit.ly”

Penipuan digital disebut Phising, dapat membahayakan data pribadi

Modus penipuan online dilakukan oleh oknum tak bertanggungjawab (Cracker) dengan beragam cara, salah satunya dengan menyediakan  tautan tertentu dengan sebuah umpan “Give Away”. Biasanya, setelah tautan tersebut diklik pada proses berikutnya berimbas tersedotnya data-data penting (pribadi ataupun data lainnya) bahkan memungkinkan hilangnya akun media sosial, data pribadi bahkan sejumlah dana di rekening tabungan.  Oleh karena itu perlu sikap hati-hati apabila mendapatkan kiriman tautan tertentu untuk kemudian diminta mengkliknya.

Meningkatnya akses pengguna media sosial di Indonesia ternyata dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab untuk melakukan tindak penipuan. Salah satu penipuan dengan modus terbaru, yaitu menggunakan tautan pendek salah satunya memanfaatkan link bit.ly yang kini marak terjadi di media sosial.

Dikutip dari akun Instagram resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika (@Kemkominfo), saat ini banyak beredar tautan pendek atau bit.ly berisi pendaftaran kuota internet gratis dari Kominfo. 

“#SobatKom penipuan di dunia digital tidak ada henti-hentinya, ya. Salah satunya penipuan menggunakan tautan pendek seperti bit.ly dengan memberikan informasi yang tidak benar. Contohnya seperti yang sekarang marak beredar, pendaftaran kuota gratis dari Kominfo, nih.," tulis @kemenkominfo seperti dikutip, Selasa (2/3/2021). 

Postingan di laman resmi Instagram Kemenkominfo Selasa (2/3/2021)

Kementerian Kominfo mengingatkan para pengguna media sosial supaya jangan terpancing untuk membuka tautan atau link bit.ly atau bahkan mengisi formulir yang ada di situs tidak terverifikasi, karena tidak menutup kemungkinan pengguna media sosial bisa saja menjadi korban penipuan digital atau Phising yang membahayakan data pribadi.

Bagaimana cara membedakan situs bit.ly yang benar dengan penipuan? Kementerian Kominfo menyebutkan 3 cara menghindari Phising berkedok tautan bit.ly yaitu: 

  1. Cari informasi dari situs berita atau situs resmi terpercaya dari sebuah lembaga.
  2. Jangan sekali-kali membuka tautan bit.ly jika sumbernya tidak jelas.
  3. Tanyakan langsung ke pihak terkait, misalnya perusahaan atau lembaga yang namanya digunakan dalam tautan bit.ly

Apa itu Phising?

Kepala Seksi Pengelolaan Data dan Aplikasi Diskominfo Kab. Nganjuk Fancy Hermawan, S.Kom menjelaskan bahwa Phising diadopsi dari kata fishing yaitu memancing ikan. Tujuan Phishing adalah memancing dan mengarahkan orang pada suatu halaman, website bahkan aplikasi.

"Jadi, bagaimana caranya di internet memancing seseorang supaya lengah/ teledor, kemudian diarahkan ke satu gerbang, satu website atau satu aplikasi tertentu," jelas Fancy Hermawan pada Reporter PING, Rabu (3/3/2021). 

Fancy Hermawan menambahkan bahwa Phishing dapat berkedok link atau tautan yang disertai dengan fasilitas perpendek tautan, seperti bit.ly atau sejenisnya yang dapat dipakai secara gratis. 

"Bisa pakai shorter link seperti itu, misalkan si Cracker serius, dia bisa beli domain yang menyerupai atau mirip dengan domain yang aslinya. Link tersebut mengkamuflase alamat URL sebenarnya. Sehingga orang perlu klik Phishing link untuk mengetahui kemana arah sumber link,” tambahnya. 

Lebih lanjut, Fancy Hermawan menjelaskan bahwa Phising link tersebut biasanya digunakan untuk mencuri data-data penting dari orang yang mengaksesnya, seperti password, nama pengguna, serta data penting lainnya.

"Biasanya warganet tidak mengecek URL yang ada diatas, begitu ada tampilan yang familiar dengan mereka jadi langsung masukkan user ID sama passsword," jelasnya.

Pada tingkat yang paling parah, tautan yang  diakses sembarangan tersebut bahkan dapat menyedot data tanpa perlu kita memasukkan kata sandi atau nama pengguna.

"Ada link tertentu yang bahkan tidak perlu memasukkan ID dan password, cukup kita klik. Begitu terbuka, itu akan otomatis langsung bereaksi menyedot semua data pada aplikasi lain yang sedang kita buka. Tidak menutup kemungkinan data perbankan kita juga," ujar pejabat eselon IV di Diskominfo Kab. Nganjuk itu.

Fancy Hermawan juga menjelaskan bahwa tautan semacam itu tidak hanya dapat menyerang komputer atau laptop, tetapi juga melalui ponsel baik kedoknya berupa tautan halaman maupun aplikasi. Untuk itu ia menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Nganjuk untuk lebih berhati-hati dalam mengakses internet, terutama hati-hati dalam mengklik tautan/ link yang tidak jelas sumbernya.

 

BACA JUGA: 

Virtual Police Resmi Beroperasi, Medsos Kini Dipantau Polisi 

0 Komentar