Diskominfo Ajak Gempur Rokok Ilegal dengan Digital Creative Short Movie Competition

Edukasi Pencegahan Peredaran Rokok Ilegal kepada Masyarakat Melalui Film Pendek

NGANJUK, PING-Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Nganjuk bersama Kantor Bea dan Cukai Kediri sukses menyelenggarakan lomba film pendek atau short movie competition dalam rangka pemberantasan rokok ilegal. Puncak acara ditandai dengan penganugerahan kepada para pemenang di Gedung Wanita, Selasa (16/11/2021).

Lomba tersebut menyasar para milenial. Khususnya para content creator seluruh Kota Bayu. Temanya adalah "Gempur Rokok Ilegal" atau memberantas rokok tanpa cukai. Karena rokok tanpa cukai merugikan negara, dan tidak ikut berkontribusi memberi Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCHT).

Hadir langsung pada babak final lomba tersebut Plt Bupati Nganjuk DR Drs. H. Marhaen Djumadi, SE, SH, MM, MBA. Kang Marhaen juga sekaligus memberikan hadiah dan penghargaan secara simbolis kepada para pemenang.

Dalam sambutannya Kang Marhaen sangat mengapresiasi upaya Diskominfo Kabupaten Nganjuk dan Bea Cukai. Sosialisasi tentang rokok ilegal tersebut dirasa sangat mengena, karena dikemas melalui film pendek.


Kepala Diskominfo secara simbolis menyerahkan penghargaan kepada juara II "Kretek Kramat"


"Informasinya langsung diterima masyarakat. Ke depan kami juga akan terus dorong anak muda di Nganjuk agar terus kreatif dan berprestasi. Tidak lupa kami dari pemerintah daerah juga siap mewadahi," kata Kang Marhaen.

Turut hadir pada babak final tersebut Asisten Perekonomian Pemkab Nganjuk Ir. Muslim Harsoyo, dan Kepala Diskominfo Kabupaten Nganjuk, Slamet Basuki, AP. Hadir pula Kasi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai I Kantor Bea Cukai Kediri, Navy Zawariq. Serta Kabid Statistik dan PIKP Diskominfo Kabupaten Nganjuk Hari Purwanto, ST, dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Diskominfo Kabupaten Nganjuk Slamet Basuki, AP mengajak masyarakat memanfaatkan teknologi untuk menyebarluaskan informasi. Utamanya, pencegahan peredaran rokok secara ilegal. 

Untuk itu, pria dengan sapaan Slambas tersebut berharap ke depan para peserta mampu menjadi konten kreator yang mandiri di bidang multimedia. "Sekaligus bisa mendukung dang mengangkat potensi-pontensi yang ada di Nganjuk," urainya.


Kang Marhaen bersama Kepala Diskominfo berikan semangat kepada para juara kompetisi film pendek


Sebagai informasi, rangkaian kompetisi film pendek berlangsung sejak beberapa bulan lalu. Di awali dengan pelatihan jurnalistik, multimedia dan sinematografi bagi para peserta. 

Peserta juga wajib membuat film tentang pencegahan rokok ilegal. Kemudian dipilih sepuluh besar untuk masuk babak final. Dari sepuluh besar, kemudian dipilih empat juara terbaik dan satu film terfavorit.

Di babak final, film pendek tersebut dinilai langsung oleh dewan juri. Ada berbagai unsur dewan juri yang terlibat. Seperti dari Diskominfo Kabupaten Nganjuk, Kantor Bea dan Cukai Kediri, dan kalangsn profesional.

Lomba yang rutin setiap tahun tersebut memperebutkan hadiah dengan total Rp 57,5 juta. Dengan rincian juara pertama Rp 20 juta. Juara kedus Rp 15 juta. Juara ketiga Rp 10 juta. Dan juara keempat Rp 7,5 juta. Dan untuk juara favorit Rp 5 juta.

Selain itu juga turut diberikan apresiasi kepada pemenang tahun ini. Yaitu sejumlah Rp 100 juta, yang dipergunakan untuk membuat konten terkait potensi Kota Bayu.

Daftar Juara Lomba Film Pendek Gempur Rokok Ilegal Tahun 2021:
1. Tutorial Masuk Bui
2. Kretek Kramat
3. Parasit Bangsa
4.The Chase
Juara Favorit: Padepokan Tuyul

(Hs/Ys)

 

Baca Juga :

0 Komentar