judul

Adakan Training of Trainers Development Service bagi TA dan Pendamping Seluruh Kabupaten Nganjuk

NGANJUK, PING-Di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin, desa menjadi ujung tombak pembangunan. Polanya diubah. Yaitu dari bawah ke atas, sehingga diharapkan pembangunan merata dan sesuai kebutuhan masing-masing desa. Salah satu instrumen pembangunan tersebut adalah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Perannya sangat strategis, karena mampu mendorong perekonomian di desa.

Apalagi, saat ini BUMDes telah memiliki payung hukum. Yaitu Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PermendesA PDTT) No. 04/2015 yang bertujuan meningkatkan perekonomian desa, dan meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi desa. Untuk itu, pemerintah berupaya mendorong pendirian BUMDes yang berorientasi pada kepemilikan bersama.

Yang dimaksud kepemilikan bersama yaitu antara pemerintah desa (pemdes) dan masyarakat. Kemudian, tidak hanya memberi manfaat finansial berupa pungutan pajak maupun pendapatan asli desa (PADes), melainkan juga manfaat ekonomi secara luas. Seperti menyediakan lapangan kerja maupun kegiatan perekonomian yang berkelanjutan. 

Untuk menyukseskan program tersebut, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Nganjuk mengadakan kegiatan Training of Trainers (ToT) BUMDes Development Service. Acara di Aula Praja Dinas PMD Kabupaten Nganjuk itu berlangsung selama tiga hari. Yakni pada Kamis (25/03/2021), Selasa (29/03/2021) dan juga Rabu (30/03/2021).

Kepala Dinas PMD Kabupaten Nganjuk Haris Jatmiko mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan salah satu fasilitas yang pihaknya beri dalam rangka upaya pengembangan BUMDesa di Kota Bayu. Sedangkan dua titik berat materi kegiatan tersebut adalah menyelesaikan masalah yg ada di desa. Serta upaya memanfaatkan potensi yang ada di desa.

Untuk itu, Haris berharap usai kegiatan tersebut berlangsung ada tindak lanjut. Terutama dari pendamping desa di 20 kecamatan seluruh Kabupaten Nganjuk, untuk menyalurkan ilmunya kepada Pendamping Lokal Desa. ”Jika dikelola dengan tepat, manfaat BUMDes bagi desa benar-benar luar biasa. Untuk itu, mari terus belajar, demi berkembangnya BUMDes di Kabupaten Nganjuk,” tegasnya.

Sebagai informasi, peserta kegiatan itu adalah tenaga ahli (TA) bidang ekonomi, tim pembina desa dari Dinas PMD dan pendamping desa dari 20 kecamatan seluruh Kabupaten Nganjuk. Sedangkan narasumber kegiatan adalah Supriadi selaku praktisi pegiat BUMDes. Dalam paparannya ia menjelaskan beberapa tools atau peralatan dan dukungan untuk membangun BUMDes. 

Yakni, pertama BUMDes Model Canvas, tools untuk merencanakan dan mengevaluasi BUM Desa. Kedua, BSC BUMDes, tools atau alat untuk mengukur kinerja BUMDes. Ketiga, Sistem Informasi Akuntansi BUMDes, aplikasi tata kelola keuangan BUMDesa berbasis Cloud ERP atau online yang terintegasi. Mulai dari BUMDes, desa, kecamatan dan Dinas PMD. Desa yang membutuhkan aplikasi akuntansi dengan mudah disediakan dengan cepat dan disertai panduan. 

Dan keempat, pendamping desabyang selalu mendukung dan memberi layanan pembelajaran serta konsultasi ke desa maupun BUMDes. “Sistem, alat dan SDM pendukung adalah formula Dinas PMD Kabupaten Nganjuk dalam melayani bertumbuh kembangnya BUMDes,“ tambah Supriadi.

Baca juga :

0 Komentar