Dinas Kominfo Dorong Kader Sukseskan SDI Tepat Waktu

Timba Ilmu Pengumpulan Data pada Sistem Data Inegrasi dari Survey Meter

NGANJUK, PING-Program pengumpulan data pada Sistem Integrasi Data Desa/Kelurahan dan Daerah di Kabupaten Nganjuk memasuki tahap pelatihan bagi para kader. Program yang bertujuan menyukseskan Satu Data Indonesia (SDI) itu merupakan kerjasama antara Survey Meter, dengan Pemkab Nganjuk, serta didukung penuh oleh Knowledge Sector Initiative (KSI).

Rabu (16/06/2021), berlangsung pelatihan bagi para kader data. Pelatihan diikuti sebanyak 23 peserta, yang berasal dari para perwakilan masing-masing kelurahan di Kecamatan Nganjuk. Acara dibuka oleh Ida Sohibatin, selaku Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Nganjuk. Peran Dinas Kominfo sendiri adalah sebagai Wali Data.

Dalam sambutannya, Ida mengatakan peran kader sangat penting. Karena sebagai ujung tombak, atau kunci dalam menjalankan survey data. Untuk itu, Ida meminta para kader untuk menyukseskan SDI, dan tepat waktu. “Monggo para kader dilaksanakan sebaik-baiknya dan sesuai target, jika sudah sesuai dengan tahapan. Dan tetap antisipasi menerapkan protokol kesehatan pada saat melaksanakan tugasnya,” terangnya membuka acara yang bertempat di Gedung PKK Kabupaten Nganjuk itu.

Sebagai informasi, dalam acara itu, tim pelatihan dari survey meter berasal dari lembaga survey profesional. Tepatnya dari Yogjakarta, yang telah bekerjasama dengan berbagai lembaga, pembuat kebijakan, maupun bermacam penelitian baik domestik ataupun internasional, yang menyasar desain, perencanaan dan pengumpulan data berkualitas tinggi. Dengan harapan dapat memberi hasil dan kontribusi positif bagi pemangku kepentingan dalam mendesain produk, kebijakan sosial ekonomi, pendidikan, kesehatan, kependudukan maupun lingkungan.

Sementara itu, Roni Hermoko selaku koordinator lapangan (korlap) survey meter menjelaskan, program ini telah dilaksanakan sejak bulan Oktober tahun 2020. Saat itu, dimulai dari pelatihan. Kemudian, pelaksanaan data tersebut sudah mencapai 80 persen. “Kami ingin berbagi dan belajar bersama dengan ibu-ibu di sini. Bagaimana melaksanakan pendataan yang baik, sesui apa yang kami lakukan selama ini. Kami harapkan adanya peningkatan skill dari kader data. Kemudian setelah selesai, kita punya dhasboard, analisis. Nanti kita akan melatih beberapa orang perwakilan masing-masing kelurahan yang dapat memanfaatkan data tersebut. Sehingga nanti data ini bisa benar benar dimanfaatkan,” jelasnya.

0 Komentar