Dikawal Wabup dan Ketua DPRD, Pemkab Nganjuk Sukses Kantongi IPPKH Untuk Semantok

Waduk raksasa Semantok yang dibangun di wilayah Desa Sambikerep dan Desa Tritik, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, akan menjadi waduk terpanjang di Asia.

Dalam perkembangan pembangunannya, Wakil Bupati Nganjuk Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, S.E,S.H,M.H,MBA., menyebut bahwa realisasi sempat berjalan lambat, karena baru 8 persen dari target tuntas tahun 2021. Seharusnya, sampai dengan agustus 2019 sudah mencapai progress 20 persen.

Adapun kekurangannya yakni Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH), Tukar Menukar Kawasan Hutan (TMKH), dan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

IPPKH adalah Izin pinjam pakai kawasan hutan, merupakan izin yang diberikan untuk menggunakan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan, tanpa mengubah fungsi dan peruntukan kawasan hutan.

Pada Jumat 20 September 2019, Kang Marhaen, panggilan akrab Wakil Bupati menyampaikan bahwa Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) akhirnya bisa terbit.

Kang Marhaen bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tri Wahyu Kuntjoro, S.Sos, M.M., dan Ketua DPRD Nganjuk sementara Tatit Heru Tjahjono, A.Md menerima langsung dokumen penting tersebut di Jakarta.

Perlu diketahui, Ijin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) tersebut untuk borrow area, quarry area bendungan Semantok dan pemindahan jalan Provinsi atas nama Pemerintah Kabupaten Nganjuk seluas kurang lebih 242,33 hektare pada kawasan hutan produksi tetap di Kabupaten Nganjuk.( Hs-Ys/Diskominfo)

Rekomendasi

judul.

0 Komentar