COVID-19 Merebak, Tiga Pilar Mangundikaran Sigap Tegakkan PPKM

Meningkatnya penularan COVID-19 di Nganjuk akhir-akhir ini, membuat Satgas COVID-19 Kabupaten Nganjuk mengambil langkah dengan menetapkan Keputusan Bupati tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Nganjuk. Keputusan dikeluarkan menindaklanjuti Keputusan Gubernur terkait hal yang sama.

Satgas COVID-19 di tingkat Kecamatan, Desa, dan Kelurahan bergerak cepat merespon Keputusan Bupati tersebut. Berbagai langkah sedang dilaksanakan di lapangan dibawah koordinasi Camat, Lurah, dan Kepala Desa. Semua dilakukan demi menurunkan penularan COVID-19 di tengah masyarakat.

Tak mau ketinggalan, Satgas COVID-19 Kelurahan Mangundikaran Kecamatan Nganjuk sudah melakukan beberapa aksi kegiatan di tiga hari terakhir. Lurah Mangundikaran, Azfandi Miftakhul Yaqin, S.IP, M.AP menuturkan kepada PING tindakan yang telah dilakukan Satgas COVID-19 Mangundikaran.

“Ada 3 aksi yang sudah kami lakukan yakni mengaktifkan Kampung Tangguh, menggencarkan sosialisasi PPKM, dan penegakan PPKM”, ujar pria yang akrab disapa Fafan itu.

Untuk pengaktifan kembali Kampung Tangguh, Fafan mengaku tidak ada kendala yang berarti, sebab Kampung Tangguh di Mangundikaran telah berjalan dan personil yang ada mudah digerakkan. Juga, tersedia ruangan di kantor Kelurahan yang dapat difungsikan untuk posko Kampung Tangguh.

(Aktif. Apel perdana personil Kampung Tangguh setelah diaktifkan menangani COVID-19)

“Personil dan posko tidak ada kendala. 15 orang sudah personil telah siap, dan posko sudah tersedia di kantor. Hanya, terus terang kami kesulitan pendanaan, sebab tidak ada alokasi anggaran khusus untuk itu”, ujarnya sembari menyebut swadaya warga sebagai solusi mengatasi persoalan klasik anggaran kelurahan.

Sesudah mengaktifkan Kampung Tangguh, langkah pertama yang ditempuh Lurah muda itu Babinsa dan Bhabinkamtibmas adalah menyosialisasikan Keputusan Bupati tentang PPKM Nganjuk. Tidak adanya anggaran untuk pembuatan baliho, tak lantas membuat mantan Kasubid Bappeda itu menyerah.

“Tiga Pilar Mangundikaran, yakni saya dan Babinsa serta Bhabinkamtibmas sepakat lebih fokus menggunakan media tatap muka dan media sosial untuk sosialisasi PPKM”, tegas Fafan. Media tatap muka yang ia maksud adalah menggelar pertemuan-pertemuan dengan perangkat kelurahan, Ketua RW dan Ketua RT serta tokoh masyarakat untuk menyatukan langkah penanganan COVID-19 di masyarakat serta penyebarluasan konten informasi di website kelurahan.

(Vital. Ketua RT dan RW Mangundikaran memiliki pengaruh penting dalam sosialisasi dan penegakan PPKM di masyarakat) 

“2 kali kami menggelar rakor dengan Tiga Pilar, RT, RW, dan tokoh masyarakat. Online juga kami lakukan di website dan medsos. Bisa dicek”, terang pria yang pernah bertugas di Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa itu.

“Sesudah rakor, kami langsung turun door to door untuk ledang ke lingkungan masyarakat. Sampai saat ini, sudah 2 kali Tiga Pilar dan Linmas sosialisasi ke warung, kafe”, tuturnya terkait dengan sosialisasi tatap muka langsung ke masyarakat.

Ditanya soal upaya penindakan pelanggaran protokol kesehatan, Lurah Fafan menyebut bertindak sesuai dengan ketentuan Keputusan Bupati yakni mengadakan operasi pengawasan protokol kesehatan dan jam malam.

(Ledang. Komunikasi tatap muka langsung ke pemilik usaha agar patuh jam malam PPKM Nganjuk)

“Ada 11 orang personil Satgas kelurahan yang sudah 2 hari mendatangi tempat-tempat usaha. Siang dan malam. Ada kafe, warung kopi”, ujarnya. Fafan mengakui, masih ditemukan pelanggar protokol kesehatan dan jam malam.

“Ada sekitar 3 pelaku usaha yang melewati jam malam. Juga sekitar 10 orang yang tidak disiplin protokol kesehatan. Kita edukasi dan tegur. Kooperatif, mau menutup tempat usaha”, pungkas pria penghobi IT itu.(Admin)

(Bandel. 3 Pilar Mangundikaran menindak pelanggar protokol kesehatan di salah satu kafe)


Baca juga:

0 Komentar