Branding Batik Nganjuk Melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah

Program branding batik milik Pemerintah Nganjuk melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA)  resmi dilaunching oleh Bupati Nganjuk, H. Novi Rahman Hidhayat, S.Sos., M.M, di Pendopo Pemkab Nganjuk, Senin (19/08/2019).

Batik Nganjuk yang dilaunching terdiri dari puluhan motif khas. Berbagai macam motif tersebut melambangkan sejarah dan kearifan lokal Kabupaten Nganjuk.

Di antaranya batik dengan corak makanan khas Nganjuk seperti Nasi Becek dan Dumbleg. Serta batik dengan motif yang menceritakan asal usul Kabupaten Nganjuk.

Dalam sambutan Mas Novi, sapaan akrab Bupati Nganjuk mengatakan pengembangan industri batik di Kabupaten Nganjuk bertujuan agar batik ciri khas Nganjuk bisa diakui secara nasional bahkan internasional.

“ Pemerintah Kabupaten Nganjuk telah merumuskan tri cipta bakti, dalam rumusan tri cipta ada infrastruktur yang mantap, pembangunan Sumber Daya Manusia yang unggul dan  berkualitas dan yang terakhir inilah yang berhubungan dengan pengembangan batik Nganjuk yaitu Kemandirian ekonomi, “ ujar Mas Novi.

Lebih lanjut Mas Novi menyampaikan akan intensif dalam proses meningkatkan produksi kain batik khas Nganjuk. Sehingga, saat memasuki tahun 2020, jumlah stok kain batik sudah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan seragam siswa sekolah, pekerja swasta, PNS, dan sebagainya.

Ketua Dekranasda Kabupaten Nganjuk, Yuni Rahma Hidhayat mengatakan, Dekranasda Kabupaten Nganjuk siap melakukan pembinaan lebih maksimal lagi terhadap UMKM batik khas Nganjuk.

Karena bagaimanapun, tanpa dukungan pembinaan dan pelatihan lebih intensif, maka akan sulit bagi UMKM untuk berkembang dan memenuhi kebutuhan kain batik. Terutama saat aturan pemakaian seragam batik khas Nganjuk mulai diberlakukan.

Puluhan motif batik didesain oleh QMR yang digandeng oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Nganjuk, Yuni Rahma Hidhayat. Dengan launching batik ini diharapkan ke depan pengrajin batik di Kabupaten Nganjuk semakin tumbuh subur.

Sementara itu QMR dalam sambutannya menyampaikan jika batik khas Nganjuk memadukan antara Food and Fashion, yang didesain antara makanan khas nganjuk dan fashion batik kekinian dengan nama The History Of Anjuk Ladang ( The Hang).

Acara tersebut juga dihadiri Jajaran Forkopimda Nganjuk, seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Anggota Dewan, Next Management Surabaya, Camat, Bank Jatim, Bank Mandiri, PKK, dan Pengrajin Batik. (Hs-Ys/Diskominfo)

0 Komentar