BPKAD Matangkan Penggunaan SIPD bagi Pengelola Anggaran

Upaya Pengelolaan Keuangan Pemkab Nganjuk Agar Semakin Baik

NGANJUK, PING-Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Nganjuk mengadakan bimbingan teknis (bimtek), Selasa (29/06/2021). Bimtek di Ruang Anjuk Ladang Pemkab Nganjuk itu dalam rangka meningkatan pemahaman tentang Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD).

Bimtek dibuka oleh Sekda Kabupaten Nganjuk Drs Mokhamad Yasin, M.Si. Dalam arahannya Sekda Yasin mengatakan sistem pengelolaan keuangan memerlukan perubahan dalam rangka menuju kesempurnaan, dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 

Pengelolaan keuangan di Kabupaten Nganjuk sebelumnya menggunakan Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA). Namun saat ini telah beralih menjadi SIPD. Untuk itu diperlukan adaptasi. Melalui bimtek itu, diharapkan informasi tentang teknik dan pelaksanaan keuangan daerah melalui SIPD semakin dipahami para pengelola anggaran. 

“Bimtek kali ini sekaligus pencerahan untuk mempraktekan secara langsung proses penatausahaan keuangan yang merupakan satu kesatuan dalam SIPD,” terang Sekda Yasin sekaligus berharap usai bimtek, peserta dapat mengimplementasikan pada proses perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021.

Sebagai informasi, turut pada bimtek tersebut Kepala BPKAD Kabupaten Nganjuk, Kartimah, SE, M.Si. Kemudian Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Nganjuk, Suharono. Serta narasumber dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Dr. Bahri S.STP,M.Si. 

Kepala BPKAD Kabupaten Nganjuk, Kartimah, SE, M.Si dalam laporannya mengatakan bimtek merupakan sarana menginformasikan, mempraktekan secara langsung proses penatausahan serta meningkatan pemahaman para pengelola keuangan daerah terhadap penatausahaan keuangan daerah. Terutama pada alur dan pengoperasian SIPD secara teknis.

“Bimtek diikuti 165 peserta. Terdiri dari 75 peserta bendahara pengeluaran atau petugas penata keuangan yang menangani aplikasi SIPD dengan tatap muka. Dan 90 orang peserta lainnya yaitu pejabat yang menangani penatausahaan keuangan melalui virtual,” pungkas wanita berhijab tersebut.

(Nr/Ae)

 

Baca juga :

0 Komentar