BPJS Kesehatan Mudahkan Peserta dengan Aplikasi Mobile JKN

Aplikasi dengan Beragam Fitur Pelayanan Secara Daring

NGANJUK, PING-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan telah meluncurkan aplikasi Mobile JKN. Aplikasi tersebut adalah terobosan untuk memberi kemudahan akses serta kenyamanan bagi peserta JKN-KIS. 

“Aplikasi ini adalah salah satu program unggulan yang tepat dalam memberikan pelayanan secara daring bagi peserta di masa pandemi tanpa harus datang ke kantor,” tutur Issabelaita P. S., staf BPJS Kesehatan Kantor Cabang Nganjuk saat menjadi narasumber RSAL FM, Senin (13/09/2021).

Wanita yang akrab disapa Issa ini menjelaskan, di dalam Mobile JKN terdapat berbagai fitur layanan. Mulai dari informasi seputar program JKN-KIS, hingga skrining kesehatan. Ada pula layanan untuk merubah data peserta. Hingga fitur untuk cek tagihan iuran. 

Peserta bisa dengan leluasa memanfaatkan Mobike JKN ini untuk mengurus kepesertaan JKN-KIS secara daring. Dan tanpa harus datang ke kantor BPJS Kesehatan. 

“Mobile JKN itu aplikasi pendukung dari BPJS Kesehatan untuk peserta. Baik peserta dari badan usaha, ASN, TNI, POLRI hingga mandiri. Dan dapat diakses di manapun dan kapanpun. Untuk Mobile JKN bisa diunduh melalui Playstore atau App Store. Selanjutnya peserta dapat langsung melakukan registrasi,” lanjut Issa.

Selain itu, lanjut Issa, BPJS Kesehatan juga memberi fasilitas tambahan lain bagi peserta. Kali ini untuk pembayaran iuran rutin setiap bulannya.

Iuran dapat dibayar dengan berbagai cara. Salah satunya adalah auto debet. Issa menyebut, auto debet adalah yang paling mudah digunakan. Auto debet sendiri ada dua kanal pilihan. Yakni secara online atau daring, maupun offline atau luring.

“Untuk offline bisa saja langsung datang ke bank. Seperti Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, Bank Panin, dan BCA. Sementara bank tersebut yang kerjasama dengan kami untuk wilayah Jawa Timur,” lanjutnya pada acara yang dipandu Asti Hanifa tersebut.

Sementara itu, Moch Ichwan Satria yang juga salah satu staf BPJS Kesehatan Kantor Cabang Nganjuk menambahkan, ada tiga segmen peserta pada BPJS Kesehatan. Pertama, Peserta Penerima Iuran (PPI). Misalnya kalangan ASN, TNI, Polri maupun yang dibiayai oleh negara. Kedua, segmen mandiri. Dan ketiga, segmen peserta penerima upah, yang 4 persen iurannya dibayar oleh penanggung.

Dari tiga segmen itu, Ichwan mengatakan, seluruh masyarakat bisa menjadi peserta BPJS Kesehatan. Apalagi, BPJS Kesehatan adalah program pemerintah yang cukup baik.

Ia berharap, semua masyarakat bisa mendapat akses program jaminan kesehatan. Apalagi, saat ini telah banyak kemudahan. Misalnya, bagi yang tidak mampu bisa mendaftar ke pemerintah desa setempat. Kemudian, bantuan iuran.

“Sehingga tidak perlu minder. Karena pemerintah mulai memfasilitasu masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan,” tukas Ichwan.

“Yang mampu bisa mengakses melalui peserta mandiri. Dan yang pekerja atau yang memberi kerja bisa mengakses melalui segmen peserta penerjma upah. Sehingga BPJS Kesehatan hadir dalam memberi pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat. Bahkan bisa diakses melalui berbagai segmen yang ada,” pungkasnya.

 

Baca Juga:

0 Komentar