BPBD Pasang Alat EWS di Berbagai Lokasi Rawan Longsor

Upaya Antisipasi Sekaligus Peringatan Dini bagi Warga untuk Evakuasi

NGANJUK, PING-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk memasang alat bernama Early warning System (EWS) di beberapa lokasi yang rawan terjadi musibah tanah longsor. Upaya tersebut sebagai langkah antisipasi sekaligus peringatan dini bagi warga untuk secepat mungkin dapat melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman, dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Kabid Pencegahan, Mitigasi dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Nganjuk Nugroho mengatakan, EWS berfungsi sebagai alat pendeteksi longsor. Jika ada pergerakan tanah, maka alarm EWS akan berbunyi. Sehingga masyarakat dapat langsung mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman.

“Apabila kawat seling merenggang sirine EWS akan berbunyi, maka telah terjadi pergerakan tanah, selanjutnya warga akan beranjak pergi ke tempat yang lebih aman,’’ ujarnya.

Nugroho mengatakan, EWS telah dipasang di beberapa titik. Terutama di wilayah yang berpotensi terjadi tanah longsor. Adanya retakan di area tersebut menjadi tanda awal yang harus dipantau dan diwaspadai. Apalagi, beberapa hari terakhir telah terjadi retakan tanah di beberapa lokasi.

“Terjadi retakan tanah di Dusun Petungulung Desa Margopatut, Sawahan. Di sana sudah kami pasang EWS. Selanjutnya Desa Kepel Dusun Dolopo bekas longsor tahun 2017 EWSnya juga sudah terpasang. Namun di Dusun Sembung, Desa Margopatut, Sawahan belum ada EWS. Sedangkan di Desa/Kecamatan Sawahan yang saat ini terjadi retakan, juga belum terpasang EWS,” terang Nugroho.

Sementara bagi lokasi yang belum terpasang EWS, Nugroho mengatakan jika terjadi hujan lebat masyarakat diminta sigap. Caranya dengan pergi ke tempat yang lebih aman. Misalnya ke rumah kerabat. “Ini bentuk kesiapsiagaan” sambungnya.

Selain itu, Nugroho juga mengajak masyarakat untuk aktif melihat perkembangan informasi terkini prakiraan cuaca dari BMKG Juanda Surabaya. Dengan tujuan untuk mengetahui wilayah mana yang akan turun hujan. “Masyarakat dapat mengakses dan melihat berita terkini update prakiraan cuaca BMKG melalui portal resmi BMKG Juanda Surabaya, maupun dari sosial media. Selain itu kita juga menginformasikan melalui jaringan kita yang sudah terbentuk melalui grup Whatsapp," ujarnya.

Untuk langkah-langkah kesiapsiagaan bencana lainnya, BPBD Kabupaten Nganjuk telah melakukan sosialisasi, edukasi dan mitigasi upaya dalam menghadapi banjir dan tanah longsor.

“Kita telah membentuk desa tangguh atau tim relawan desa tangguh tanggap bencana. Mereka tahu apa yang harus dilakukan baik sebelum terjadi bencana dan sesudah terjadi, karena sudah kita bekali tentang kebencanaan, dari mengenali potensi ancaman bencana, memitigasi diri dan membuat rencana evakuasi,” pungkasnya.

Pantauan redaksi PING, informasi peringatan dini bagi masyarakat dapat diperoleh dari akun Facebook BMKG Jatim disini atau website BMKG Jatim disini. (AND/ZAK)

Baca juga :

0 Komentar