Bersinergi Lindungi Perempuan dan Anak Polres Nganjuk Launching Satgas PPA

Meminimalisir Tindakkan Kekerasan pada Perempuan dan Anak

NGANJUK, PING- Kekerasan terhadap perempuan dan anak telah memberikan dampak negatif dan luas tidak hanya terhadap korban, tetapi juga berpengaruh terhadap proses tumbuh kembang anak dalam kehidupan satu keluarga. Hal ini mengingat kekerasan terhadap perempuan dan anak seringkali terjadi di lingkungan domestik (rumah tangga) di lingkungan publik/umum atau di suatu komunitas.

Untuk mencegah dan menangani tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak yang  berada di wilayah Kab. Nganjuk, Kepolisia Resort Nganjuk bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Sosial dan PPPA melaunching Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (SATGAS PPA)

Kegiatan yang berlangsung di Aula Rupatama Polres Nganjuk dibuka secara langsung oleh Wakapolres Nganjuk, Kompol Moh. Asrori Khadafi, ini dihadiri oleh Kasat Reskrim Polres Nganjuk, Komisi 4 DPRD Kab. Nganjuk, Kabid PPA Dinsos Nganjuk, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Nganjuk, Kanit PPA Polres Nganjuk, Ketua WCC, Sakti Peksos (Satuan Bakti Pekerja Sosial). Jumat, 22/07/2022

Baca Juga: Giat Operasi Trantibum, Satpol PP Nganjuk Amankan Pengamen Anak

Wakapolres Nganjuk saat memberikan sambutan mengatakan “Kita dalam kegiatan ini harus bersinergi untuk melindungi perempuan dan anak-anak yang ada di Nganjuk, karena beberapa minggu yang lalu kabupaten tetangga kita sempat diviralkan oleh kejadian yang mengakibatkan korban pada perempuan dan anak,” ujarnya

Dijelaskan Wakapolres Nganjuk bahwa Kekerasan yang dihadapi perempuan dan anak bukan hanya berupa kekerasan fisik, melainkan juga kekerasan psikis, kekerasan seksual, dan penelantaran. Pelaku kekerasan juga bukan hanya orang luar ataupun orang tidak dikenal, namun juga berasal dari lingkungan terdekat kita

“Semoga dengan adanya Satgas PPA ini, di Nganjuk tidak akan terjadi kejadian tersebut, dan semoga bisa memberikan perlindungan, penegakan hukum, perhatian, serta bisa memberikan bantuan hukum sampai ke rehabilitasi sosial kepada para korban perempuan dan anak,” lanjut Kompol Moh. Asrori Khadafi.

Hal ini merupakan wujud tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak bagi korban, juga untuk memberikan efek jera bagi pelaku. Bahwa, perempuan dan anak itu wajib dilindungi. Karena perbuatan kekerasan terhadap perempuan dan anak sudah diatur dalam Undang-undang. 

Lebih lanjut, Kapolres Nganjuk, AKBP Boy Jeckson, yang di wakilkan oleh Wakakapolres Nganjuk berharap dengan adanya satgas PPA yang kita bentuk antara pemda dan polri agar segera di sosialisasikan, baik di medsos, di sekolahan-sekolahan, pondok pesantren, maupun di khalayak umum, bahwa di Nganjuk sudah dibentuk satgas PPA.

"Dengan adanya akses layanan ini, diharapkan kepada masyarakat, terutama para korban tidak lagi takut atau enggan untuk melaporkan kekerasan yang dialaminya, dan bisa meminimalisir tindakkan kekerasan pada perempuan dan anak. Kita berharap ini bisa menjadi perjuangan bersama, mewujudkan Kabupaten Nganjuk bebas dari kekerasan perempuan dan anak.” tutupnya. (HS/YS)

 

Baca Juga :

Jumat Sehat, Kang Marhaen Senam Bersama Peringati HUT GOW Nganjuk ke-38

0 Komentar