Bersama BPP Sukomoro, Kelompok Tani Tunas Harapan Sukomoro Kenalkan Produk Pertanian 'Freedom'

Sebagai Upaya Pengusir Hama Tikus dan Burung dengan Bahan Organik

NGANJUK, PING - Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Sukomoro bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Kelompok Tani Tunas Harapan Sukomoro berupaya terus memberikan edukasi dan penyuluhan kepada sahabat tani di Kota Bayu. Kali ini dalam program acara 'Beranda Kominfo' 105,3 RSAL FM, Senin(19/9/2022). Dipandu host Asti Hanifa acara tersebut mengusung tema 'Pengendalian Hayati Hama Tikus dan Burung'.

Hadir sebagai narasumber yakni Susilo selaku Ketua Kelompok Tani Tunas Harapan Sukomoro, Joko Nugroho selaku Penyuluh BPP Sukomoro, dan Saci Widoro juga selaku Penyuluh BPP Sukomoro, dan turut hadir sahabat tani dari Kelompok Tani Tunas Harapan Sukomoro.

Sedikit mengulas tentang Kelompok Tani Tunas Harapan Sukomoro kata Susilo terbentuk lantaran pembinaan dari BPP Sukomoro pada tahun 2012, didirikan untuk pelaku bidang pertanian dalam menyongsong teknologi yang terkhusus pada para pemuda Desa Pehserut, Sukomoro.  

Baca Juga : Wujudkan Kabupaten Agropolitan, Kang Marhaen Resmikan Pusat Agribisnis Kecamatan Bagor

Susilo lantas menceritakan bahwa Kelompok Tani yang ia ketuai telah menghasilkan produk inovasi yang bersifat organik yakni 'Freedom' yang memiliki filosofi bebas dari hama tikus dan burung.
"Salah satu produk kami ada Freedom yang filosofinya adalah dengan produk ini kita berharap dapat terbebas dari serangan hama tikus dan burung. Kami menemukan satu formula dimana Freedom ini adalah bioprotektan, stimulan dan fertilizer", jelasnya.

Karena melihat masalah pertanian yang ada di Desa Pehserut yakni sering terserang hama tikus dan burung. Susilo dan penyuluh segera mencari tahu apa yang tidak disukai oleh tikus dan burung yang kemudian ia formulasikan sebagai produk pertanian. "Kita mencari apa yang tidak disukai oleh tikus dan burung. Dari berbagai uji coba kita menemukan bahwa minyak kasturi/dilem ternyata tidak disukai hama tersebut", paparnya.

Baca Juga : BPP Bagor dan Disperta Nganjuk Berikan Edukasi dan Perkenalkan Produk Olahan Bawang Merah 'Kak Ros'

Selain produk 'Freedom' pengusir hama tikus dan burung, Kelompok Tani Tunas Harapan sebelumnya pernah mewakili kelompok pemuda dalam lomba Inovasi Bisnis Pemuda Tingkat Nasional. Mereka didaulat sebagai Juara II dengan produk 'Jamu Ternak Herbal' yang didalamnya terkandung 9 formulasi bahan rempah-rempah.

Selanjutnya Susilo mengajak masyarakat Kota Bayu jika ingin mendapatkan produknya bisa melalui toko pertanian yang ada di Kabupaten Nganjuk. "Bagi sahabat tani Kota Bayu yang memiliki masalah tentang hama tikus dan burung dapat menggunakan produk 'Freedom'  yang tersedia di toko pertanian seluruh wilayah Nganjuk", pungkasnya.

Sementara itu, Joko Nugroho penyuluh BPP Sukomoro menambahkan bahwa di Kecamatan Sukomoro terdapat 6 wilayah kerja binaan, termasuk kelompok taruna tani, dan wanita tani. Dan ada 2.700 hektar lahan di Sukomoro yakni 1.300 lahan tanaman hortikultura dan sisanya untuk tanaman pangan.

Baca Juga : Didik Sejak Dini, Dinas KPP Nganjuk Sosialisasikan Keamanan Pangan di SD Ar Rahman Kertosono

Tercetusnya produk 'Freedom' pengusir hama tikus dan burung ungkap Joko karena adanya anomali iklim dan ledakan hama penyakit dan penggunaan pestisida yang berlebihan. Dengan produk 'Freedoom' ini menurut Joko bisa mengurangi biaya pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).  "Akhirnya kita buat inovasi dengan berbasis organik. Sifat dari produk ini ramah lingkungan, biaya terjangkau, sifatnya tidak membunuh hanya mengusir, ini sesuai program pemerintah yaitu go organic tidak menganggu ekosistem yang lain", jelasnya.

Joko berharap kedepannya generasi muda tani Kecamatan Sukomoro dapat membentuk 'petani milenial' yang terbentuk dari 12 desa. "Harapan kami karena kedepannya generasi petani yang lulusan SLTA sangat minim harapan kami dari 12 desa bisa terbentuk petani milenial, berkaitan pengendalian hama mari kita bersama-sama guyup rukun untuk pengendalian secara massal dan produk freedom ini bisa digunakan di Kecamatan Sukomoro", harapnya.

 

 

 

0 Komentar