Bermasalah Saat Daftar Vaksin? Simak Solusi Dari Kemenkes

Mulai dari NIK belum online, NIK dipakai orang lain hingga data sertifikat keliru

Pandemi COVID-19 dapat diatasi dengan vaksinasi COVID-19. Masyarakat yang belum divaksin diminta segera mendaftar vaksinasi dengan memasukkan data kependudukan berupa Nomor Identitas Kependudukan (NIK). Masyarakat yang telah divaksin akan mendapat sertifikat vaksin yang dapat diakses pada aplikasi PeduliLindungi versi android maupun versi IOS.

Hingga kini, ada masyarakat yang masih mengalami masalah saat mendaftar vaksinasi maupun sertifikat vaksinasi. Diantaranya, NIK tidak dapat diakses saat mendaftar di aplikasi PeduliLindungi. Adapula, NIK telah digunakan oleh orang lain. Soal lainnya, data yang tertera pada sertifikat vaksin keliru.

Bagaimana solusinya? Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai instansi yang menyelenggarakan vaksinasi COVID-19 memberi penjelasan bagi masyarakat yang akan mendaftar vaksinasi agar memastikan data kependudukan NIK telah masuk di aplikasi PeduliLindungi. Caranya dengan memeriksa status kesehatan di website PeduliLindungi https://www.pedulilindungi.id masukkan nama lengkap dan NIK sesuai KTP. Jika muncul nama dan NIK, artinya data kependudukan telah online dan siap digunakan untuk mendaftar vaksinasi.

Jika tidak muncul nama dan NIK, maka masyarakat diminta untuk mengaktifkan NIK pada kantor Dinas Dukcapil setempat. Di Kabupaten Nganjuk, masyarakat dapat mengajukan permohonan aktivasi secara online melalui aplikasi SEDUDO disini.

Bagaimana jika tidak dapat mendaftar karena NIK terpakai orang lain atau telah divaksin namun tidak mendapat sertifikat vaksinasi atau data sertifikat vaksin keliru? Untuk kasus ini, Kemenkes menghimbau masyarakat melaporkan permasalahan kepada Call Center PeduliLindungi (021) 3808888 atau Call Center 119 ext 9 atau Whatsapp 081211000510 atau email Pedulilindungi@kominfo.go.id dengan format:
- Nama Lengkap:
- NIK KTP:
-Tempat Tanggal Lahir:
- Nomor HP:
- Masalah yang dialami:

Agar pengaduan cepat direspon, masyarakat diminta melampirkan foto dan kartu vaksin dan kirim foto selfie/swafoto dengan memegang KTP.

sumber: Kemenkes

0 Komentar