Begini Pesan PUSPAGA untuk Terapkan Disiplin Positif pada Anak

Tumbuhkan Percaya Diri, Tanggung Jawab dan Dukung Lingkungan Lebih Baik

NGANJUK, PING-Salah satu harapan orang tua adalah buah hatinya bisa disiplin. Ada beberapa cara membentuk anak untuk disiplin. Salah satu upayanya adalah dengan cara menerapkan disiplin positif pada anak.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dewi Sekar Ratri Cahyaningtyas S.Psi selaku konselor Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Kabupaten Nganjuk saat menjadi narasumber di 105,3 RSAL FM, Senin (30/08/2021). 

Sebagai informasi, PUSPAGA sendiri merupakan lembaga bentukan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). Di Kota Bayu, PUSPAGA berada di bawah naungan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Nganjuk.

Dewi menjelaskan ada tiga manfaat yang didapat ketika orang tua menerapkan disiplin positif. Pertama, dapat menumbuhkan tingkat kepercayaan diri pada anak. Kedua, dapat mendukung pendirian tanggung jawab pada anak. Dan ketiga, anak dapat medukung lingkungan yang lebih baik dikeluarganya. Dan penerapan disiplin positif dapat dilakukan sejak anak masih kisaran usia 4 tahun. 

"Pemberian disiplin positif merupakan cara atau bagaimana kita memberitahu hal-hal yang boleh atau tidak boleh dilakukan. Dengan cara pada waktu positif dan disesuaikan dengan empati anak," jelas Dewi pada acara yang dipandu Asti Hanifa itu.

Selain itu, Dewi berpesan, peran orang tua juga sangat penting pada perkembangan anak. Saat anak melakukan kesalaha, orang tua harus bisa menerapkan konsekuensi. Caranya dengan mengajarkan anak untuk bertanggung jawab atas yang dilakukan. 

"Sebelum mendisiplinkan anak, orang tua perlu untuk belajar mengelola emosi sendiri terlebih dahulu. Kadang sebagai orang tua, emosi kita gampang tersulut. Hal pertama sebenarnya harus belajar untuk bisa menenangkan diri sendiri," kata Dewi.

Lebih lanjut, Dewi menjelaskan, ada beberapa hal penting yang dapat dilakukan saat menerapkan disiplin pada anak. Pertama, hindari memberikan iming-iming pada anak. Kedua, atur kesepakan antara anak dan orang tua. Dan ketiga, dampingi anak ketika pelaksanaan disiplin positif. 

"Sehingga anak menjadi mengerti tentang hal-hal yang baik untuk dilakukan, lingkungan menjadi lebih terstruktur. Sehingga anak lebih aman untuk berkembang secara optimal," terangnya.

Baca Juga :

0 Komentar