Begini Cara Dinas PPKB Peringati Hari Kontrasepsi Sedunia dan HKN Tahun 2021

Selenggrarakan Baksos Pelayanan KB MOP dan MOW Gratis

NGANJUK, PING - Dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia dan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun 2021, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Nganjuk menggelar bakti sosial (baksos). Baksos diwujudkan dalam bentuk pelayanan KB Metode Operasi Pria (MOP) dan Metode Operasi Wanita (MOW) secara gratis.

Kegiatan yang dipusatkan di RSUD Kertosono tersebut mendapat dukungan penuh dari Kodim 0810/Nganjuk. Sedangkan Pesertanya mencapai 246 orang.

Kepala DPPKB Kabupaten Nganjuk Widyasti Sidhartini menjelaskan, baksos tersebut adalah rutin agenda tahunan. Untuk tahun ini pelaksanaannya dipusatkan di RSUD Kertosono.

“Kegiatan bakti sosial pelayanan KB ini diadakan serentak di seluruh Indonesia salah satunya di Kabupaten Nganjuk yang diikuti sebanyak 246 peserta. 20 orang diantaranya adalah MOP dan sisanya adalah MOW,” jelasnya kepada reporter Portal Informasi pemkab Nganjuk (PING). 

Petugas sedang melakukan pemeriksaan kesehatan Peserta KB Metode Operasi Pria (MOP).

Perlu diketahui bahwa sebatang implan bagi wanita dapat mencegah terjadinya kehamilan selama tiga tahun. Sedangkan implan MOP bagi pria jangka waktunya seumur hidup.

“Tentunya sudah ada persetujuan antara suami dan istri dalam memasang implan MOP. Karena secara umum setiap calon peserta harus secara sukarela tanpa paksaan menerima pelayanan ini,” tuturnya sembari menyebut syarat lain yaitu memiliki minimal 2 anak dan tidak mempunyai anak di bawah lima tahun (balita).

“Selain itu juga harus sehat. Oleh karenanya harus diperiksa terlebih dahulu di puskesmas atau rumah sakit,” tegasnya.

Tak hanya pelayanan gratis, para peserta yang mengikuti baksos ini juga mendapat bantuan akomodasi. Yaitu peserta MOP sebesar Rp 1 juta, dan MOW sebesar Rp 300 ribu.

“Hal ini merupakan salah satu bentuk apresiasi, bahwa para peserta sudah melaksanakan pelayanan KB. Dan ini merupakan upaya yang tepat dalam menekan laju pertumbuhan penduduk, serta menurunkan resiko terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan,” tambahnya.

 

(AL/ZK/AST)

0 Komentar