Bawaslu Ajak Perempuan Ikut Berperan Awasi Pemilu

Memiliki Peran Strategis dalam Pengawasan Parsitipatif

NGANJUK, PING-Keterlibatan perempuan menjadi hal penting dalam pengawasan partisipatif proses pemilihan umum (pemilu). Karena kaum perempuan turut memiliki peran strategis. Hal itu disampaikan oleh Fina Lutfiana Rahmawati, S. Pd.I, M.Pd selaku Koordinator Divisi (Kordiv) Penanganan Pelanggaran Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Nganjuk saat menjadi narasumber di Radio Suara Anjuk Ladang (RSAL FM) Nganjuk secara daring, Senin (12/07/2021).

Fina menjelaskan, ada beberapa kelebihan yang dimiliki perempuan. Dan bisa menjadi unsur strategis dalam pengawasan. Misalnya, perempuan memiliki kelebihan lebih teliti serta lebih cermat dalam menyampaikan hal-hal yang dirasa kurang sesuai. “Dan kaum perempuan juga cukup aktif memberikan informasi awal mengenai dugaan pelanggaran,” kata Fina pada acara yang dipandu Asti Hanifah tersebut dengan mengusung tema “Perempuan dan Pengawasan Partisipatif di Tengah Pandemi”.

Fina menambahkan, di tengah pandemi COVID-19, Bawaslu Kabupaten Nganjuk tak henti-hentinya gencar melakukan sosialisasi berkaitan dengan pengawasan pemilu. Baik melalui media sosial maupun dengan pendekatan. Terutama kepada kaum perempuan.

Untuk meningkatkan gairah perempuan agar berpartisipasi dalam pemilu, mulai pemilu tahun 2019, Bawaslu Kabupaten Nganjuk telah melakukan pendekatan dengan menggandeng komunitas perempuan. Yaitu pegiat seni, terutama Waranggana. Kemudian pegiat perempuan di tingkat desa, PKK, dan organisasi atau komunitas perempuan lainnya. “Alhamdulillah gairah antusiasnya dalam pemilu sudah nampak,” tambah perempuan berhijab tersebut.

“Disini Bawaslu punya agenda khusus terkait bagaimana kita bisa mengajak perempuan khususnya untuk berpartisipasi dalam pengawasan partisipatif. Bawaslu mempunyai strategi bagaimana perempuan dikasih wadah bisa secara berani ikut pengawasan partisipatif tentang pemilu. Dimasa pandemi ini, Bawaslu sudah mulai mengajak perempuan dari pegiat seni, pegiat desa, dan lainnya secara bersama-sama melakukan kegiatan yang tidak monoton,” ujar Fina.

Selain itu, Fina memberikan dua tips untuk mengoptimalkan peran perempuan agar dapat menjadi agen perubahan khususnya dalam bidang politik. Pertama, menumbuhkan kepercayaan diri pada diri perempuan sendiri. Kedua, aling dukung sesama perempuan

“Mari kita bersama-sama berpartisipatif dalam pemilu. Meskipun kecil peran yang kita dilakukan, akan menjadi efek yang besar terutama di pemilu 2024,” ajak Fina sekaligus memberikan semangat kepada kaum perempuan sambil berharap tetap maksimal berkarya pada masa pandemi, karena perempuan bisa menjadi agen pendidikan politik bagi masyarakat, maupun keluarga.

 

Baca juga :

0 Komentar