Bapenda Berupaya Tingkatkan PAD dan Ajak Masyarakat Bayar PBB-P2 Sesuai Bulan Panutan

Menggali Lebih Luas Potensi Pajak Daerah di Kabupaten Nganjuk

NGANJUK, PING - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Nganjuk mengingatkan kembali dan memberikan wawasan mengenai pajak daerah kepada masyarakat Kabupaten Nganjuk melalui acara talkshow 105,3 RSAL FM, Kamis (23/6/2022).

Dipandu host Asti Hanifah, Kastini selaku Kepala Bidang Pelayanan dan Pengembangan Pajak Daerah menyampaikan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) pada bidangnya yaitu memberikan pelayanan terhadap masyarakat tentang informasi pajak daerah. Kastini mengatakan bahwa pajak dibagi menjadi pajak pusat dan pajak daerah. Sedangkan pajak daerah dibagi lagi menjadi pajak provinsi dan pajak kabupaten .

Sesuai Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi, dijelaskan Kastini bahwa pajak daerah meliputi pajak hotel, pajak restauran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak mineral, logam dan batuan (minerba), pajak parkir, pajak air tanah, Pajak Bumi Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB-P2), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), kecuali pajak sarang burung walet karena tidak semua daerah ada.

"Di Kabupaten Nganjuk sendiri ada 11 jenis pajak daerah kecuali pajak sarang burung walet, karena tidak semua daerah ada yang usaha itu", terangnya.

Selain itu Kastini menyampaikan bahwa dalam upaya meningkat Pajak Asli Daerah (PAD) Kabupaten Nganjuk, sebenarnya banyak potensi pajak yang perlu digali lebih luas lagi. Pada tahun 2021 pendapatan pajak daerah Kabupaten Nganjuk ditargetkan sebesar 88 miliar rupiah, dan realisasinya dapat melampaui target yaitu sebesar 122 miliar rupiah. Sedangkan pada tahun 2022 ini ditargetkan pendapatan pajak daerah Kabupaten Nganjuk dapat mencapai angka 105 miliar rupiah. 

"Karena tahun kemarin kita melampaui target, maka target ditambah menjadi 105 miliar dan akan kita gali lebih luas lagi misalnya menarik pajak dari usaha kos, warung, kantin dan lain sebagainya", jelas Kastini.

Sementara itu Diana Sari selaku Kepala Bidang Pengendalian dan Evaluasi menyampaikan bahwa, di bidang yang diampunya memiliki tupoksi yaitu pengawasan terhadap kepatuhan wajib pajak (wp). Dan untuk tahun ini ada bidang Information Technology (IT) yaitu pengembangan IT khususnya pajak daerah dan retribusi daerah.

Dalam hal pengawasan tersebut Diana mengatakan bahwa Bapenda sudah memasang perekam pajak online yaitu tapping box yang diberlakukan untuk wajib pajak di restoran dan hotel. Fungsinya, sebagai pembanding antara total transaksi yang ada di restoran dengan jumlah pajak daerah yang dibayarkan.

"Sudah kita pasang total 54 tapping box pada wajib pajak di Kabupaten Nganjuk. Untuk memantau perkembangan pemasukan pajak daerah wajib pajak lewat server di Bapenda", papar Diana.

Lebih lanjut Dodi selaku Kepala Sub Bidang Validasi dan Penetapan menambahkan bahwa mekanisme pembayaran pajak saat ini Bapenda sudah bekerjasama dengan beberapa mitra diantaranya adalah Bank Jatim, Bank BNI, Bank Mandiri, Kantor Pos, Alfamart dan Indomaret.

"Kita sudah banyak kerjasama dengan channel pembayaran. Dulu masih banyak terjadi kesulitan tentang masalah pembayaran karena hanya disediakan satu channel pembayaran saja yaitu Bank Jatim. Namun sekarang masyarakat sudah dapat membayar di manapun untuk mempermudah masyarakat", tambahnya.

Dodi juga mengimbau masyarakat wajib pajak yang belum melunasi pajak sejak tahun-tahun kemarin hingga saat ini untuk segera dibayarkan. Dan segera membayar PBB-P2 sesuai bulan panutan hingga 31 Agustus 2022 agar dapat mengikuti undian berhadiah.

"Bagi yang belum membayar pajak sejak tahun- tahun kemarin hingga tahun 2022 ini monggo segera dilunasi dan ayo segera bayar PBB-P2 di bulan panutan ini supaya bisa ikut undian berhadiah", tutupnya.

(Yos/Cs)

 

Baca Juga :

0 Komentar