Bapenda Akan Intensifkan Pendapatan untuk Genjot PAD

Maksimalkan Desa dan Kelurahan bagi yang di Bawah Target

NGANJUK, PING-Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Nganjuk menggelar rapat evaluasi Pajak Bumi dan Bangunan perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun 2021, Selasa (24/08/2021). Rapat tersebut diikuti para camat seluruh Kabupaten Nganjuk.

Pada rapat itu, Kepala Bapenda Kabupaten Nganjuk Drs. Nur Solekan, M.Si menyampaikan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten Nganjuk tahun 2021. Total PAD Kota Bayu yang bersumber dari PBB mencapai Rp 45.358.288.913.

“Sementara untuk realisasi sampai bulan Agustus tahun 2021, mengapai sebesar Rp 14.059.638.093. Atau 31 persen. Untuk itu perlu adanya itensifikasi terhadap desa maupun kelurahan di masing-masing kecamatan yang pencapainnya dibawah target,” tegasnya pada kegiatan di ruang rapat Bapenda Kabupaten Nganjuk itu.

Nur Solekan menambahkan, terkait pemasukan PBB di masing-masing kecamatan, pihaknya meminta para camat untuk melakukan cek dan re-cek dengan desa atau kelurahan mana saja yang masih terkendala dalam penarikan pajak.

“Kecepatan kita dalam rangka memasukkan PAD Nganjuk saat ini adalah menjadi harapan pemerintah daerah untuk pencapaian tujuan pembangunan di Kabupaten Nganjuk. Diharapkan kepada desa atau kelurahan yang belum mencapai target, untuk meningkatkan kinerjanya dalam rangka menyelesaikan target penerimaan PBB P2 tahun 2021. Sebelum jatuh tempo 30 Sepetember 2021,” imbuhnya.

Sementara, untuk membantu proses percepatan penerimaan pajak daerah, Nur Solekan menyampaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk telah menambah kemitraannya. Yaitu bekerja sama dengan Bank Nasional Indonesia (BNI), dengan Agen 46.

"Agen 46 BNI ini nantinya akan turun ke desa maupun kelurahan. Selain itu Bapenda Kabupaten Nganjuk juga telah mengadakan layanan jemput bola. Yaitu dengan layanan mobilling. Pelayanan pembayaran pajak dengan mobil kelliling," sambung mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Nganjuk itu.

Sebagai informasi, pembayaran pajak daerah PBB-P2 dapat dilakukan melalui berbagai layanan. Seperti melalui Bank Jatim, Bank Mandiri maupun Kantor Pos. Sedangkan untuk mengetahui jumlah Wajib Pajak (WP), dapat dilihat pada aplikasi e-SPPT PBB.

(ZK/AL)

Baca Juga :

0 Komentar