Antisipasi Omicron, Kang Marhaen Pimpin Apel Gelar Pasukan Pamor Keris

Bersinergi dengan TNI-Polri Tegakkan Prokes di Wilayah Kota Bayu

NGANJUK, PING-Guna mengantisipasi penyebaran varian baru COVID-19 jenis Omicron di wilayah Kabupaten Nganjuk, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk bersama Polres Nganjuk dan Kodim 0810/Nganjuk menggelar apel gelar pasukan Pamor Keris di halaman Mapolres Nganjuk, Senin (24/01/2022). Apel dipimpin langsung Plt Bupati Nganjuk DR. Drs. H. Marhaen Djumadi, SE, SH, MM, MBA.

Turut mengikuti apel, Kapolres Nganjuk AKBP Boy Jeckson Situmorang, Dandim 0810/Nganjuk Letkol Inf Tri Joko Purnomo, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Nganjuk Raditya Haria Yuangga, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terakait, serta petugas yang terlibat dalam pengamaan. Yaitu yang berasal dari anggota TNI, Polri, Satpol-PP dan Dinas Perhubungan.

Dalam amanatnya, Plt Bupati Kang Marhaen mengatakan apel gelar pasukan tersebut sebagai upaya bersama dalam menegakkan protokol kesehatan (prokes) yang berkaitan dengan perkembangan COVID-19 varian baru, yaitu Omicron.


Pasukan 
apel gelar pasukan Pamor Keris berasal dari anggota TNI, Polri, Satpol-PP dan Dinas Perhubungan

"Varian Omicron telah mengguncang dunia. Khususnya di Indonesia, dan di wilayah Jawa Timur. Maka kita harus waspasa," pesan Kang Marhaen.

Dijelaskan Kang Marhaen, melihat perkembangan Omicron pada beberapa hari terakhir, menunjukkan sebanyak 3.200 orang pasien terpapar varian baru tersebut. Dengan kata lain, rata-rata sehari bisa tembus 1.100 orang terpapar.

"Maka perlu kita waspadai bersama. Karena gejalanya sangat ringan. Seperti tenggorokan sakit, batuk, sesak nafas dan gejalanya lebih ringan. Percepatan penularannya lebih tinggi dari pada varian Delta," pungkasnya.


Seusai Apel, Kang Marhaen bersama Kapolres dan Dandim 0810/Nganjuk beserta rombongan meninjau Pasar Wage

Meski demikian, diakui Kang Marhaen, bahwa hingga sampai saat ini di Kabupaten Nganjuk belum ada pasien yang terpapar varian Omicron. Melalui apel gelar pasukan tersebut, kata Kang Marhaen, adalah wujud komitmen dan upaya bersama untuk mencegah penyebaran penyebaran varian baru COVID-19 Omicron di wilayah Kota Bayu.

"Waspadai bersama dengan penerapan prokes," tandasnya sembari mengajak petugas yang terlibat kembali mengedukasi pentingnya prokes kepada masyarakat.

Untuk itu, Kang Marhaen mengajak bersama-sama semua pihak menciptakan Kabupaten Nganjuk bebas dari COVID-19. Salah satu caranya melakukan operasi dalam rangka penegakkan disiplin prokes.

"Utamanya memakai masker, karena masyarakat mulai abai pentingnya memakai masker," imbuhnya sambil menyebut berdasar prediksi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) puncak Omicron terjadi pada Februari hingga Maret 2022.

Sebagai informasi, apel gelar pasukan tersebut berlangsung serentak di seluruh wilayah Jawa Timur, baik di tingkat provinsi, kabupaten, maupun kota dengan melibatkan berbagai unsur yang sama. (Hs/Ys/Ches)

 

 

Baca Juga :

0 Komentar