Antisipasi DBD, Pemdes Talun Galakkan PSN

Kader Jumantik Rajin Berkeliling dan Ingatkan Warga 3 M

NGANJUK, PING-Musim penghujan merupakan waktu berkembangbiaknya nyamuk. Termasuk nyamuk Aedes Agypti yang terkontaminasi virus Dangeu yang menyebabkan penyakit Demam Berdarah Dengeu (DBD). Sebagai langkah pencegahan DBD di wilayahnya, Pemerintah Desa (Pemdes) Talun, Rejoso telah menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) sejak 26 Februari 2021.

PSN tersebut dilakukan oleh juru pemantau jentik atau yang lebih dikenal dengan kader jumantik. Setiap hari Jumat, kader jumantik berkeliling ke tiap RT dan RW untuk melakukan monitoring di rumah warga dengan melakukan pengecekan ulang terhadap tempat penampungan air. PSN tersebut juga turut melibatkan seluruh kader kesehatan yang masuk dalam lembaga desa. Juga turut didampingi oleh kepala desa serta bidan desa. 

(Kepala Desa Talun bersama tim kader jumantik Desa Talun).

Selain itu, kader jumantik juga melakukan penaburan bubuk abate pada penampungan air yang terdapat jentik nyamuk serta menghimbau warga agar masing-masing rumah tangga senantiasa menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah timbulnya jentik nyamuk. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara 3M yakni menguras dan menyikat, menutup penampungan air, serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas.

Sardi selaku Kepala Desa Talun, Rejoso menyampaikan kepada masyarakat terkait pentingnya kegiatan PSN. Serta pentingnya kesadaran dan kewaspadaan masyarakat Desa Talun dalam menjaga kebersihan lingkungan agar tetap sehat. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan PSN ini agar terus berlanjut setiap minggunya.

"Kegiatan PSN ini sangat penting untuk mencegah dan memberantas sarang nyamuk yang berpotensi menimbulkan penyakit demam berdarah, oleh karena itu masyarakat juga harus selalu menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing, dan saya berpesan supaya kegiatan ini terus dilakukan setiap minggunya," tegas Sardi saat ditemui PING di sela PSN pada Jumat (18/03/2021).

0 Komentar