Aksi Kemanusiaan,Pemdes Sidokare Gelar Donor Darah

Berlangsung Rutin Setiap Tiga Bulan Kerjasama dengan PMI

Menjadi kepala desa tak hanya mengurusi pemerintahan dan pembangunan saja. Urusan sosial kemasyarakatan juga tak lepas dari perhatian seorang kepala desa. Salah satunya, menumbuhkan partisipasi donor darah warga. Kegiatan mulia ini telah berlangsung lama di Desa Sidokare. 

Usai terhenti beberapa waktu akibat pandemi COVID-19, Pemerintah Desa (Pemdes) Sidokare, Kecamatan Rejoso kembali menggelar donor darah pada Jum'at (12/03/2021). Kegiatan tersebut rencananya akan kembali dilaksanakan rutin setiap tiga bulan sekali.

Bertempat di Pendopo Desa Sidokare, kegiatan tersebut diprakarsai dan didukung oleh beberapa organisasi yang ada di setempat. Seperti karang taruna, KIM Smart Desa Sidokare, dan komunitas pemuda desa. Adapun penyelenggaraannya bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nganjuk dengan dibantu bidan desa.

(Petugas melakukan pengecekan kesehatan kepada calon pendonor).

Kepala Desa Sidokare Imam Mashyuri, S.Pd mengatakan, kegiatan donor darah ini sebagai wujud kemanusiaan terhadap sesama. Baginya, ini tindakan sederhana yang bisa dilakukan setiap orang untuk membantu menambah stok darah PMI Kabupaten Nganjuk. Ia pun berterimakasih kepada masyarakat yang bersedia mendonorkan darahnya. Ia berharap kegiatan donor terus berlanjut dan antusias masyarakat semakin tinggi.

"Saya sangat berterimakasih kepada masyarakat Sidokare yang telah bersedia mendonorkan darah mereka untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan. Semoga ini terus berlanjut dan masyarakat semakin antusias," ungkapnya.

Selain bentuk aksi kepedulian, Kades Imam juga mengutarakan manfaat dari donor darah. Antara lain mengurangi resiko penyakit jantung, membakar kalori, menurunkan resiko kanker, meningkatkan produksi darah, menurunkan kolesterol, dan menjadikan pikiran lebih stabil. "Donor juga menyehatkan," imbuhnya.

(Proses pengambilan darah kepada pendonor oleh petugas PMI Nganjuk).

Pantauan PING, kegiatan donor darah berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Para pendonor yang mayoritas dari warga masyarakat desa setempat terlihat antusias menyumbangkan setetes demi setetes darah mereka untuk sesama yang membutuhkan.

Para calon pendonor harus memenuhi beberapa persyaratan medis ketika akan mendonorkan darahnya. Meliputi cek tekanan darah dan berat badan yang ideal. Kemudian, kecukupan waktu tidur, tidak dalam keadaan sedang datang bulan, tidak memiliki penyakit, dan tidak mengonsumsi obat minimal sejak satu minggu sebelumnya.(yos)

Baca juga:

0 Komentar