Tekan Stunting, Dinkes Adakan Diseminasi Pedoman Gizi Seimbang berbasis Pangan Lokal

Jumat, 26 Maret 2021

NGANJUK, PING-Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam memerangi malnutrisi, terutama pada kelompok usia bawah lima tahun (balita). Contohnya stunting atau kekerdilan, anemia, dan kekurangan zat gizi mikro lainnya. Seperti zat besi, seng dan folat. Permasalahan tersebut saat ini masih banyak ditemukan pada balita.

Termasuk di Kota Bayu. Pada tahun 2018, Kabupaten Nganjuk merupakan salah satu daerah lokus stunting. Menurut data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), Nganjuk termasuk dengan tinggi dalam kasus stunting. 

Untuk menanggulanginya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nganjuk mengadakan diseminasi Pedoman Gizi Seimbang berbasis Pangan Lokal (PGS-PL) untuk mencegah Balita Stunting di Kabupaten Nganjuk. Sekaligus, sosialisasi program Anakku Sehat dan Cerdas, yang berlangsung pada Rabu (24/03/2021).

Komentar