Yuk Kenali dan Cegah Penyakit Diabetes Melitus Sejak Dini!

Terapkan Pola Hidup Sehat dan Rutin Kontrol ke Dokter bagi yang Berisiko

NGANJUK, PING- Diabetes Melitus (DM) atau yang biasa disebut Penyakit Kencing Manis merupakan penyakit kronis serius yang terjadi karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin (hormon yang mengatur gula darah atau glukosa), atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkannya.

Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh dr. Aninta Umami dari RSD Kertosono saat menjadi narasumber dalam program acara talkshow 105,3 RSAL FM pada Rabu(5/10/2022).

Menurut Aninta, ada beberapa gejala klasik yang dapat timbul pada seseorang dengan Diabetes Miletus. Gejala ini dikenal dengan sebutan 4P, yaitu poliuri (banyak kencing), polidipsi (banyak minum), polifagi (banyak makan), dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya. 

“Selain dari gejala klasik, penyakit diabetes juga bisa diketahui dari gejala non-klasik diantaranya cepat mengantuk, tidak ada gairah, dan penglihatan kabur,” ujarnya.

Baca Juga : Dinas Kesehatan Nganjuk Melalui PKM Bagor, Lakukan Mobile VCT Cegah Penyebaran HIV

Aninta menjelaskan diabetes disebabkan karena adanya gangguan dalam tubuh, sehingga tubuh tidak mampu menggunakan glukosa darah ke dalam sel. Alhasil, glukosa menumpuk dalam darah.

Terdapat beberapa jenis penyakit diabetes diantaranya Diabetes Melitus tipe 1, Diabetes Melitus tipe 2, Diabetes Gestasional, Diabetes LADA, dan Diabetes MODY.

“Untuk Diabetes tipe 1 terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin. Hal ini menyebabkan kadar glukosa darah meningkat sehingga memicu kerusakan pada organ-organ tubuh,” jelas Aninta.

“Sedangkan Diabetes tipe 2 terjadi ketika sel-sel tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin sehingga insulin yang dihasilkan tidak bisa digunakan dengan baik. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah resistensi insulin,”tambahnya.

Baca Juga : Tingkatkan Pelayanan Prima, Karyawan Puskesmas Sukomoro Dilatih Public Speaking

Dikatakan Aninta, meskipun diabetes tidak dapat disembuhkan, penyakit ini dapat ditangani dan dikontrol. Artinya, penderita bisa mempertahankan kadar gula darah tetap dalam kadar normal sehingga tidak menyebabkan komplikasi (penyakit lanjutan yang lebih berat dari penyakit awal). Dengan demikian diharapkan penderita tetap hidup normal tanpa muncul gejala diabetes yang mengganggu.

“Dapat dikatakan resiko seseorang terkena diabetes akan meningkat jika mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, konsumsi junk food yang sering, memakan makanan tinggi kalori, minum alkohol, malas bergerak, dan tidak pernah berolahraga,” terangnya.

Lebih lanjut, Aninta mengungkapkan banyak yang mengira jika diabetes adalah penyakit yang hanya diderita oleh orang usia lanjut atau lansia. Faktanya, penyakit ini bisa diderita oleh siapa saja termasuk orang yang masih muda.   

“Untuk gejala diabetes baik yang usia muda maupun tua, tidak jauh berbeda. Yang hampir bisa dikatakan sama ada keluhan klasik dan juga non-klasik. Agar terhindar dari diabetes, kita harus upayakan untuk pola hidup yang sehat,” imbuhnya.

Baca Juga : Sasar Komunitas Resiko Tinggi, KPAD Nganjuk Sosialisasikan Pencegahan HIV-AIDS

Aninta menyarankan kepada masyarakat agar lebih banyak mengonsumsi makanan sehat. Di sisi lain, pola makan sehat juga harus dibarengi dengan olahraga secara rutin, menghentikan kebiasaan merokok, tidak minum alkohol, menghindari begadang, bekerja terlalu berlebihan, termasuk menurunkan berat badan agar kembali ideal.

“Apabila seseorang memiliki faktor risiko tinggi untuk terkena diabetes disarankan rutin kontrol ke dokter untuk memeriksakan atau skrining dini kejadian diabetes pada dirinya. Disarankan untuk rutin melakukan skrining diabetes melitus paling tidak setahun sekali,” tutupnya.

0 Komentar