Wujudkan Lansia Tangguh, Dinas PPKB Kenalkan Program Selantang

Lulusan Selantang diharapkan dapat terus tersenyum bahagia, aktif, produktif dan berguna bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat dan negara

Nganjuk, PING- Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Nganjuk berkesempatan mengenalkan Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) melalui program Dinamika 105,3 RSAL FM, Selasa (31/10/2023).

Hadir sebagai narasumber dari penyuluh KB Dinas PPKB Nganjuk diantaranya Sulistiyastuti, Agus Tejo P, dan Esthi Setyorini.

Agus Tejo, selaku penyuluh KB menjelaskan tentang program Selantang merupakan program pendidikan non formal gagasan Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) yang didalamnya mencakup berbagai materi, durasi sekolah selama 6 bulan atau 12 kali pertemuan. "Selantang ini pendidikan non formal sepanjang hayat untuk lansia. Pertemuannya setiap 2 minggu sekali jadi 1 bulan 2 kali pertemuan selama 6 bulan," tutur Agus Tejo.  

Baca Juga : Tingkatkan Program Bangga Kencana, Dinas PPKB Nganjuk Gelar Pembinaan PIK-R Tahun 2023

Selantang tidak lepas dari Bina Keluarga Lansia, dimana, Bina Keluarga Lansia (BKL) ditujukan untuk keluarga yang memiliki lansia (lanjut usia). BKL sangat berperan dalam meningkatkan kesejahteraan lansia melalui kepedulian dan peran anggota keluarga sehingga dapat terbentuk lansia yang produktif, aktif, mandiri, sehat dan tangguh.

Disampaikan Agus Tejo, bahwa di Kabupaten Nganjuk petama kalinya dibentuk Selantang yakni di Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Nganjuk pada September 2022. Awalnya hanya terdiri dari 48 siswa lansia, dengan Strata 1 (S1). "Pertama kalinya kita mewisuda siswa Selantang di Kecamatan Nganjuk yakni di Kelurahan Jatirejo, dan stratanya sekarang sudah Strata 2. Alhamdulillah saat ini mulai berkembang selain Kelurahan Jatirejo di Kecamatan Nganjuk yakni di Kelurahan Begadung dan Kelurahan Kramat. Di kecamatan lain saat ini mulai berdiri di Jatikalen. Semoga terus berkembang di seluruh wilayah Nganjuk," ujarnya.

Dia lantas menjelaskan tentang bagaimana ketentuan dari sekolah tersebut. Pertama, yaitu bagi mereka yang masuk usia pra lansia yakni 56 tahun ke atas dan memasuki usia lansia yakni 60 tahun ke atas. Kedua, memiliki kemauan dan kemampuan untuk pergi bersekolah. Ketiga, dalam satu kelas minimal terdiri dari 20 hingga 30 orang lansia. "Selantang ini mayoritas ternyata gendernya perempuan. Ibu-ibu semangat sekali, bahkan ada yang kami wisuda kemarin itu usia tertua 90 tahun. Luar biasa sekali semangatnya," ungkapnya.

Sementara itu, Sulistiyastuti, Penyuluh KB Dinas PPKB Nganjuk menjelaskan metode pembelajarannya, mulai dari S1 dan S2 dan S3. Materi yang wajib yakni meliputi, materi perawatan jangka panjang, psikologi lansia, hipertensi dan asam urat, spritualitas lansia, menanam toga dan asuhan mandiri, pengenalan diabetes melitus, kesehatan gigi dan mulut lansia, gizi lansia, pengelolaan stres, dan olahraga bagi lansia. 

"Pemateri yang kami ambil dari penyuluh KB sendiri. Kemudian psikologi lansia dari psikolog. Hipertensi dan asam urat, kesehatan mulut dan gigi dari Bidan dan Dokter, kerjasama dengan IBI dan IDI, PDGI dan sebagainya. Jadi semuanya menghadirkan tenaga ahlinya langsung dari bidangnya masing-masing," terangnya. 

Sulis berharap dengan adanya Selantang, para lansia dapat terus aktif, produktif dan berguna bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat dan negara. "Selain itu, semoga lansia kita terus tersenyum bahagia di masa tua nya bertemu dengan kawan-kawannya se usianya. Kalau setelah ikut sekolah lansia, kami merasa ada yang berbeda mereka jadi terlihat lebih bahagia, raut wajahnya sumringah dengan belajar di Selantang ini," tuturnya.

Baca Juga : Dinas PPKB Kenalkan Aplikasi Kampung Berkualitas: Permudah Pelaporan dan Pengambilan Kebijakan

Lebih lanjut, Esthi Sulistyorini, Penyuluh KB Dinas PPKB menambahkan, bahwa di Selantang mencakup 7 dimensi pembelajaran. Diantaranya, dimensi spiritual (keagamaan), dimensi intelektual (asah otak), dimensi hobi (kegemaran), dimensi kesehatan fisik (gerak tubuh), dimensi vokasional (keahlian), dimensi sosial (bergaul dengan banyak teman), dimensi lingkungan (harus memiliki lingkungan yang ramah, sehat dan damai).

"Tujuh dimensi itu harus dipegang betul-betul. Dan ini pendaftarannya gratis tanpa biaya, yang penting mau dan mampu ke sekolah mengikuti proses pembelajaran sampai selesai dan wisuda. Bina Keluarga Lansia juga mendukung itu yang paling penting," pungkasnya.(Yos/Cs)

0 Komentar