Wujudkan Keluarga Anti Korupsi, KPK RI Apresiasi Inisiatif Pemkab Nganjuk

Wujudkan keluarga ASN Nganjuk berintegritas anti korupsi

Nganjuk, PING- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Nganjuk yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Pemberdayaan Peran Serta Masyarakat, dengan tema “Mewujudkan Keluarga Anti Korupsi Melalui Penanaman Nilai-Nilai Integritas, bagi keluarga pejabat pemerintah daerah Kabupaten Nganjuk.

Apresiasi ini disampaikan oleh Firlana Ismayadin, Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat (Dit. Permas) KPK RI, dalam keterangan persnya, Kamis (24/8/2023) di Pendopo KRT Sosrokoesoemo Pemkab Nganjuk.

Firalana Ismayadin menyebut kerjasama Pemkab Nganjuk dengan KPK RI ini dalam rangka membentuk keluarga sebagai agen anti korupsi. Keluarga harus menjadi pondasi dan benteng anti korupsi. Karena menurut Firlana, bukan tidak mungkin dari keluargalah akan lahir-lahir pemimpin di masa depan.“Maka dari keluarga inilah yang harus kita intervensi pertama,” tandasnya.

Program Bimtek penananaman nilai-nilai integritas keluarga ini, kata Firlana Ismayadin, sudah dimulai KPK RI sejak tahun 2022. Dengan target di tingkatan Provinsi seluruh Indonesia. 

“Tahun lalu, kita sudah intervensi di Provinsi Jawa Timur, diawal tahun 2023 kami menyurati Provinsi Jawa Timur untuk ditindaklanjuti. Dan syukur Alhamdulillah respon yang luar biasa disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Nganjuk untuk penyelenggaraan keluarga berintegritas inisiatif hari ini sukses telah dilaksanakan,” bebernya.

"Sekali lagi kami mengucapkan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Nganjuk, khususnya kepada Bapak Bupati,” imbuh pria berkacamata itu.

Baca Juga : Cegah Korupsi Sejak Dini, Kang Marhaen Buka Bimtek Anti Korupsi Bagi Keluarga ASN

Bimtek Keluarga Anti Korupsi Melalui Penanaman Nilai-Nilai Integritas ini diikuti oleh Sekda Nganjuk, Asisten Bupati, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan Camat. Para pejabat daerah tersebut, hadir bersama pasangan suami/isteri.

Kenapa memilih keluarga ASN? Firlana Ismayadin mengungkapkan, ada beberapa kasus atau tindak pidana korupsi yang ditangani oleh KPK acapkali melibatkan keluarga. Untuk itu, KPK RI bersama Pemeritah Daerah bersama-sama melakukan pecegahan korupsi melalui intervensi keluarga. 

“Yang sasarannya ASN, karena ASN diharapkan menjadi ujung tombak tauladan ditengah-tengah masyarakat. Ikut menggelorakan gerakan keluarga integritas ini kepada seluruh lini masyarakat,” harapnya.

“Sehingga harapan kita, Indonesia merdeka 100 tahun nanti, kita mempunyai SDM yang berkualitas bukan hanya bonus demografinya yang kita dapat, juga dengan kualitas SDMnya yang kita dapat. SDM berkualitas, anti korupsi,” sambungnya.

Baca Juga : KPK Kembali Gelar Survei Penilaian Integritas

Sementara itu, Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menyampaikan dukungannya kepada KPK RI, program keluarga integritas. “Menjaga integritas dari lingkungan terkecil yaitu keluarga benar-benar dapat memberikan manfaat dalam hal peningkatan akhlak dan pencegahan korupsi,” tuturnya.

Upaya pencegahan korupsi perlu peran serta aktif dan komitmen yang kuat seluruh unsur penyelenggara pemerintahan daerah, tegas Bupati Marhen, namun demikian, partisipasi masyarakat juga tidak dapat dilepaskan, khususnya lingkungan keluarga, dalam upaya meminimalisir penyebab dan peluang melakukan korupsi.

“Keluarga harus menjadi benteng pertama pencegahan korupsi, tempat saling mengingatkan untuk tidak korupsi dan tempat saling mendidik, memotivasi dan membangun integritas, bukan sebaliknya anggota keluarga saling tolong-menolong dalam berbuat melakukan Korupsi” serunya, mengimbau ASN dan Pejabat di lingkungan Pemkab Nganjuk untuk bersama lawan korupsi. (ZK/NR)

0 Komentar