Tutup Acara Diversifikasi Pangan, Pj Ketua TP PKK Nganjuk Ajarkan Masyarakat Ciptakan Menu Keluarga

Melalui Dapur B2SA Olahan Non Beras dan Non Terigu (NBNT)

Nganjuk, PING- Penjabat (Pj) Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk, Eka Haryati Taruna, secara resmi menutup gelaran gerakan diversifikasi pangan melalui masak bareng dapur beragam bergizi seimbang dan aman (B2SA) dari olahan pangan non beras non terigu (NBNT) di Kecamatan Ngetos, pada Kamis (30/11/2023). 

Dalam sambutannya, Eka Heryati Taruna menyebutkan bahwa gerakan diversifikasi pangan dapur beragam bergizi seimbang dan aman (B2SA) dari olahan pangan non beras non terigu (NBNT) yang dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan gerakan pangan murah berkualitas tersebut dinilai sangat menarik. 

Pasalnya, giat yang digelar di 20 Kecamatan tersebut. Dikatakan Eka Hariyati, menjadi upaya pemerintah dalam mensosialisasikan gerakan diversifikasi pangan untuk meningkatan gizi keluarga pada masyarakat utamanya yang menjadi daerah lokus stunting. 

Selain itu, lewat sosialisasi ini juga menjadi upaya Pemerintah dalam mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap beras ataupun terigu yang nantinya digantikan dengan pangan lokal beragam bergizi seimbang dan aman sebagai pola konsumsi pangan yang bisa diterapkan sejak dini untuk seluruh anggota keluarga. 

"Upaya ini bertujuan untuk perbaikan gizi pada keluarga serta percepatan penurunan stunting yang saat ini menjadi program prioritas pemerintah," tandasnya. 

Lebih lanjut, Eka Hariyati juga menegaskan bahwa kualitas konsumsi pangan B2SA dapat terwujud, apabila pemenuhan kebutuhan gizi seimbang yang didukung oleh pengetahuan pemahaman dan kesadaran pada masyarakat. 

"Hal ini penting untuk memastikan bahwa konsumsi pangan yang diambil oleh masyarakat memiliki ragam keseimbangan gizi dan terjamin keamanannya serta dapat berpengaruh dalam upaya penurunan stunting," imbuhnya. 

Adapun di Kabupaten Nganjuk sendiri, pada tahun 2022 kasus stunting Nganjuk masih diangka 20 persen dan ditargetkan pada tahun 2023 ini turun menjadi 14 persen. 

"Tentunya, itu semua bisa dicapai dengan langkah-langkah strategis. Seperti kegiatan pelatihan seperti ini. Saya berharap, hal ini bisa memberikan alternatif bagi ibu-ibu dalam menyajikan menu dengan memanfaatkan bahan baku lokal yang murah dan mudah didapat untuk di aplikasikan dengan menu sehari-hari. Sehingga diharapkan akan tercipta menu yang dapat memenuhi gizi dan kasus stunting Nganjuk menurun," tutupnya. 

Sebagai informasi, turut hadir pejabat dalam acara tersebut Ketua Pokja 3 Kabupaten Nganjuk beserta jajaran atau yang mewakili, Ibu Ketua DWP Dinas KPP Kabupaten Nganjuk, Kader Ketahanan Pangan Kecamatan Ngetos serta chef Agus selaku narasumber pelatihan dapur B2SA. (Hs/Ys/Zk/Rl) 

0 Komentar