Tips Memilih Hewan Kurban Yang Sehat dan Sesuai Syariat

memilih hewan kurban penting untuk memastikan kualitas dan keberlanjutan proses ibadah yang mencerminkan nilai-nilai agama dengan baik

Nganjuk, PING - Salah satu amalan yang disunahkan saat Idul Adha adalah berkurban. Islam menentukan jenis hewan yang bisa dijadikan kurban saat Idul Adha. Hewan itu antara lain kambing, domba, sapi, kerbau, dan unta.

Dari banyaknya pilihan hewan kurban, di Indonesia lazimnya orang berkurban menggunakan sapi dan kambing. Mendekati Idul Adha yang dirayakan setiap 10 Dzulhijah, banyak orang yang mulai menjajakan hewan kurban yang dijual di pinggir jalan, ada juga yang dijual daring.

Baca Juga : Tangani PMK, Dinas Pertanian Nganjuk Door to Door Datangi Kandang Peternak di Desa Sekaran

Terlepas dari bagaimana hewan ini dijual, penting juga bagi yang hendak kurban untuk mengetahui kualitas dari hewan ternak tersebut. Lalu, bagaimana memilih hewan kurban yang sehat dan sesuai syariat Islam?

Dilansir dari laman baznas.go.id, setidaknya ada 5 (lima) tips cara memilih hewan kurban.

1. Pastikan Hewan Ternak

Umat muslim diperintahkan untuk mengkurbankan hewan ternak. Hewan ternak yang diperbolehkan adalah unta, kambing, domba, sapi, kerbau. Tentunya semua hewan ini sudah memenuhi ketentuan sebagai hewan ternak yang sehat dan layak untuk dikurbankan.

2. Umur Hewan Kurban

Umur hewan yang dikurbankan penting, karena hewan kurban memiliki umur yang disyaratkan berbeda-beda. Jika Anda ingin berkurban kambing atau domba, umur yang disyaratkan memenuhi kriteria kurban adalah yang minimal berumur 1 tahun. Kemudian, jika Anda ingin berkurban sapi atau kerbau, maka umur yang masuk kriteria kurban adalah 2 tahun.

Baca Juga : Jelang Idul Adha, Ini Langkah Preventif Disperta Nganjuk Antisipasi Penyebaran PMK dan LSD
 
Cara mudah untuk mengetahui usia hewan kurban adalah melalui catatan kelahiran ternak yang dimiliki oleh pemilik. Selain itu, Anda juga dapat melakukan metode cek gigi hewan yakni jika gigi susu hewan tersebut telah tanggal (dua gigi susu yang di depan), hal tersebut menandakan ternak (kambing dan domba) telah berumur sekitar 12-18 bulan, sedangkan sapi dan kerbau sekitar 22 bulan.

 

3. Hewan Kurban Tidak Cacat

Hewan kurban harus dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan tanda-tanda sakit seperti demam, kurang nafsu makan, kudis, ada ekskreta (buangan) dari lubang hidung, bulu kusam dan berdiri, mata cekung dan kotor, diare, serta lemas. Hewan ternak yang Anda pilih haruslah hewan ternak yang sehat cuping hidungnya basah, tetapi bukan karena flu. Selain itu lihat juga bulunya yang harus bersih dan mengkilap. Cek juga pernafasan dan juga detak jantungnya.

Baca Juga : Ayo Vaksin PMK, Ternak Aman Peternak Bahagia

Lebih baik lagi jika Anda menanyakan tentang Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebagai acuan kesehatan hewan tersebut. Perlu diketahui bahwa hewan kurban menjadi tidak sah jika hewan tersebut mengalami buta sebelah atau jelas sekali kebutaanya. Jika tidak sah, maka hewan tersebut memiliki status sebagai daging biasa bukan menjadi kurban.

4. Hewan Kurban Tidak Kurus

Kondisi fisik dari hewan kurban juga perlu diperhatikan, dan pastikan calon hewan kurban memiliki nafsu makan yang baik, lincah, mata bersinar, dan bulu tidak kusam. Karena dengan nafsu makan yang baik dan lincah, otomatis kondisi hewan akan terlihat gemuk dan tidak seperti hewan yang memiliki penyakit.

5. Pemilihan Lokasi Pembelian Hewan Kurban

Pemilihan tempat dalam membeli hewan kurban, menjadi hal yang juga tak kalah penting. Yang wajib diperhatikan adalah jangan membeli hewan kurban yang di ternak di tempat pembuangan sampah. Hewan yang dijual di lokasi seperti ini, berpotensi hewan mengandung bahan berbahaya bagi tubuh yang nanti akan mengonsumsinya.

Pilih hewan kurban yang diternak di lingkungan yang bersih dan jauh dari polusi udara, karena berpengaruh pada tingkat stres yang akan dialami oleh hewan yang berimbas pada kesehatan tubuhnya.

Sumber : Baznas, IndonesiaBaik

0 Komentar