Tingkatkan Kualitas Tim PISA, Pemkab Nganjuk Studi Tiru ke Surakarta

Kota Surakarta merupakan cikal bakal dari PISA yang digaungkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Nganjuk, PING- Dalam rangka peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Tim Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA), Pemkab Nganjuk mengunjungi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surakarta (Dispersip) Rabu (13/09/2023). 

Studi tiru yang dipimpin oleh Sri Subekti selaku Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kab. Nganjuk ini bertujuan untuk meniru program-program unggulan Pemkot Surakarta dalam PISA agar bisa diimplementasikan di Nganjuk.

“Semua yang ada di Solo ini akan kami ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi) dan disesuaikan dengan Nganjuk. Hal ini dikarenakan salah satu indikator keberhasilan Kabupaten Layak Anak (KLA) adalah terbentuknya PISA,” jelas Sri Subekti sembari menyampaikan bahwa terakhir Kab. Nganjuk berada pada predikat Madya di KLA.

Ia juga berharap rombongan mendapatkan banyak referensi, karena masih banyak yang bisa diperbaiki dari PISA Kabupaten Nganjuk.

Rombongan dari Kabupaten Nganjuk diikuti oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Dinas Sosial PPPA, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Lingkungan Hidup, dan Tim PISA dari Perangkat Daerah lainnya.

Mewakili Kepala Dispersip Kota Surakarta, Iis selaku Sekretaris Dispersip mengucapkan terima kasih dan selamat datang di Kota Surakarta. Kemudian, ia menjelaskan fasilitas yang ada di Surakarta dalam mendukung program PISA dan KLA.

“Kami disini memiliki 18 perpustakaan lokal yang dikelola oleh kelurahan, serta 14 taman cerdas yang bisa diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara gratis,” tegasnya.

Andriani dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menjelaskan bahwa Kota Surakarta merupakan cikal bakal dari PISA yang diprogram oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

“Sebelum ada PISA, Walikota saat itu Bapak Jokowi membuat program untuk memiliki taman bermain bagi anak namun juga bisa menambah kecerdasan anak-anak sehingga ketika Kementerian mengetahui adanya program bagus di Surakarta ini, mereka akhirnya membentuk PISA untuk diimplementasikan di Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia,” terang Iis.

Ia juga menjelaskan bahwa pembangunan Taman Cerdas sudah dilaksanakan sejak 2006 dengan menekankan 4 kriteria yang wajib ada. 

“Taman bermain, IT, kreatif, dan perpustakaan merupakan fasilitas wajib yang harus ada di taman cerdas. Satu hal lagi yang penting adalah taman cerdas ini harus gratis untuk akses semua masyarakat,” tutupnya.

Sebagai informasi, pada studi tiru ini Pemkot Surakarta diwakili oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, DP3AP2KB, Kecamatan Jebres, dan pengelola Taman Cardas Soekarno-Hatta, Jebres.

0 Komentar